Terkait Proses Hukum Ahok, KMM NTB Apresiasi Mabes Polri

Mataram, Kahaba.- Komunitas Masyarakat Muslim NTB mengapresiasi keputusan Mabes Polri yang telah melakukan gelar perkara secara terbuka terbatas dengan menetapkan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok (Gubernur DKI Jakarta Non Aktif).

Gedung Bareskrim Mabes Polri. Foto: frontroll.com

Gedung Bareskrim Mabes Polri. Foto: frontroll.com

Keputusan tersebut membuktikan bahwa aparat kepolisian telah bekerja secara profesional, transparan dan objektif, serta tanpa intervensi dari pihak manapun, termasuk Presiden RI.

Demikian isi pernyataan sikap melalui siaran pers yang disampaikan KMM NTB yang diterima Kahaba.net, Rabu (16/11) malam.

Koordinator KMM NTB, H Lalu Amirullah mengatakan, Ahok sebagai tersangka oleh Mabes Polri pada Rabu pagi patut dihormati dan dihargai bagi seluruh komponen umat Islam di wilayah NTB maupun seluruh elemen masyarakat NTB dalam rangka rangka penegakan supremasi hukum, menjaga persatuan dan merawat kebihnekaan bangsa.

Pihaknya mendukung aparat penegak hukum untuk menindaklanjuti proses penyidikan kasus Ahok sebagai tersangka penistaan agama sesuai prosedur hukum dan perundangan yang berlaku. Dalam upaya memberikan perlindungan kepada seluruh masyarakat dan warga Negara Indonesia.

Khususnya di wilayah NTB, serta menindak tegas setiap individu atau kelompok yang menimbulkan kegaduhan dan anarki, serta gerakan-gerakan massa yang dapat memecah belah persatuan dan kesatuan NKRI.

KMM NTB juga menghimbau seluruh Umat Islam dan elemen masyarakat NTB agar tidak terpengaruh hasutan-hasutan dan provokasi yang berkembang melalui media sosial, internet maupun media lainnya. Untuk ikut-ikutan melakukan aksi unjuk rasa pada 25 Nopember 2016 yang dapat menimbulkan kegaduhan maupun perpecahan di kalangan umat Islam.

Selain itu, KMM NTB juga mendukung dan mendorong langkah-langkah Gubernur NTB dan seluruh Kepala Daerah kabupaten maupun kota yang terus mengintensifkan dan memfasilitasi forum silaturrahmi antar lintas tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda,  dan tokoh agama.

Hal ini berguna mengajak masyarakat agar tidak terpengaruh dan terhasut oleh kepentingan kelompok tertentu yang dapat memecah pelah persatuan umat Islam sehingga mengganggu situasi Kamtibmas di wilayah NTB.

“Demi Allah Maha Pemberi Petunjuk, semoga wilayah NTB dan Indonesia selalu diberi kedamaian, keharmonisan dan kesejukan dalam aktivitas kebangsaan,” harapnya menutup siaran pers.

*Kahaba-03 

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *