Tinjau Keberhasilan Program Sosial, OXFAM Berkunjung ke Ndano Nae dan Busu

Kota Bima, Kahaba.- Walikota Bima HM. Qurais H. Abidin dan Ketua DPRD Kota Bima Fery Sofiyan menerima kunjungan tim OXFAM dari kantor pusat Oxford Inggris, Kamis (17/11). Setelah rombongan diterima Walikota di ruang kerjanya, kunjungan dilanjutkan ke Kelurahan Ndano Nae serta Lingkungan Busu.

Tim Oxfam Inggris didampingi Walikota Bima saat berdialog dengan warga Ndano Nae. Foto: Hum

Tim Oxfam Inggris didampingi Walikota Bima saat berdialog dengan warga Ndano Nae. Foto: Hum

Tim OXFAM Oxford beranggota 6 orang masing – masing Ellie Hughes (Regional Fundraising Manager), Emily Gillingham (Senior Editorial and Communication Manager), Emma Learner (Major Gifts Accounts Manager), Gillian Nelson (Oxfam Shop Manager), James Bulman (Advocacy and Campaign Coordinator), serta Leigh Stenson (Shop Treasure, shop worker and festival steward).

Rombongan didampingi Ade Reno Sudiarno dan Dheni Ardhian dari OXFAM Indonesia. Hadir pula Ketua Forum Pengurangan Risiko Bencana Kota Bima H. Anwar Arman, Kepala LP2DER Bambang dan jajaran Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bima.

Plt. Kabag Humas dan Protokol Setda Kota Bima, Syahrial Nuryadin melalui siaran persnya mengatakan, tujuan kedatangan tim tersebut untuk meninjau keberhasilan berbagai program sosial yang dilaksanakan oleh OXFAM di Kota Bima. OXFAM telah melaksanakan kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR) di Kota Bima sejak tahun 2012 dengan fokus utama membangun ketangguhan kota terhadap bencana.

“Pada kesempatan tersebut, Walikota menjelaskan tentang gambaran umum wilayah Kota Bima dengan banjir sebagai ancaman bencana yang paling tinggi frekuensinya. Hal ini turut dipengaruhi oleh letak Kota Bima yang berada di kawasan muara,” ujarnya.

Walikota menjelaskan, program ketangguhan yang diinisiasi oleh OXFAM telah berhasil dengan baik di Kota Bima. Salah satu indikatornya adalah penetapan Kota Bima sebagai pilot project Kota Tangguh oleh BNPB serta terbentuknya komunitas tangguh pada tiap-tiap Kelurahan. Bahkan BPBD bekerjasama dnegan LP2DER sebagai mitra OXFAM di Kota Bima telah berhasil membentu jaringan relawan Kota Bima yang saat ini beranggotakan 600 orang.

“Beberapa waktu lalu kami sempat tertimpa angin topan berskala kecil namun cukup menimbulkan kerusakan. BPBD dan kelompok relawan sangat responsif dan langsung bergerak membantu masyarakat. Kesadaran kolektif seperti inilah yang merupakan keberhasilan terbesar program kota tangguh,” katanya.

Pada kesempatan itu, Emily Gillingham mewakili tim OXFAM menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan atas penerimaan dan sikap kooperatif yang ditunjukkan oleh Pemerintah dan masyarakat Kota Bima. Diyakininya hal inilah yang menjadi salah satu alasan utama keberhasilan program kota tangguh bersama OXFAM.

Usai pertemuan di ruang kerjanya, Walikota mengajak rombongan OXFAM untuk meninjau masyarakat Kelurahan Ndano Nae serta Lingkungan Busu untuk melihat jembatan yang pembangunannya diinisiasi oleh OXFAM. Kesempatan tersebut dimanfaatkan untuk berdialog dengan masyarakat.

*Kahaba-01

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *