Ini 5 Poin Seruan MPII NTB, Terkait Rencana Aksi Bela Islam III

Kota Bima, Kahaba.- Rencana aksi Bela Islam III dari Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF-MUI) pada 2 Desember 2016 mendatang mendapat tanggapan beragam dari berbagai pihak.

Ketua MPII Wilayah NTB, Musthofa Umar

Ketua MPII Wilayah NTB, Musthofa Umar

Terkait rencana aksi menyorot dugaan penistaan agama oleh Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok ini, Majelis Pemuda Islam Indonesia (MPII) Wilayah NTB menyampaikan 5 poin seruan kepada masyarakat di NTB. Seperti dikutip melalui siaran pers yang diterima, Kahaba.net, Jum’at (25/11) sore.

Pertama, MPII NTB mengajak kepada masyarakat agar mendukung dan mengawal Kepolisian Republik Indonesia dengan cara-cara yang santun, akhlak mahmudah sebagai syi’ar Islam yang sempurna.

“Mendukung langkah Kepolisian tersebut dengan cara menghormati proses hukum, bukan curiga dan tidak percaya sehingga harus turun jalan kembali,” kata Ketua MPII Wilayah NTB, Musthofa Umar.

Kedua, mengajak untuk memperkuat akidah-akidah anak-anak bangsa kita yang lain. Khususnya umat Islam agar lebih memahami agamanya dan kuat dalam menghadapi berbagai cobaan yang ditimpakan kepadanya kelak dikemudian hari. Merubah pola-pola dakwah serta metode agar umat lebih kuat dan taat memegang agamanya.

Ketiga, selalu berikhtiar dan berdo’a agar kedamaian, keselamatan dan ketentraman Bangsa Indonesia, Negara Kesatuan Republik Indonesia guna menciptakan ketenangan dalam beribadah kepada Allah SWT, tanpa merasa resah, gelisah dan terganggu dengan cara-cara kita yang emosional dalam berdakwah.

Keempat, selalu berpikrian baik, berkata baik dan bertingkahlaku baik kepada siapapun. Sebagaimana anjuran Al-Qur’an dan Hadits untuk keselamatan umat Islam yang lain, di manapun berada.

“Sikap memaafkan, berbuat baik Insyaallah akan dibalas kebaikan pula untuk saudara-saudara Islam kita di tempat lain dan di waktu yang lain,” lanjutnya.

Terakhir, MPII NTB menegaskan bahwa cinta tanah air adalah bagian dari pada Iman kita. Oleh karena itu, menjaga dan melindungi Tanah Air ini adalah menunjukkan kekuatan iman kita masing-masing.

“Membangun tanah air dengan kemampuan dan cara kita masing-masing adalah bagian dari melanjutkan nilai kemerdekaan, melanjutkan perjuangan-perjuangan para Ulama kita dalam mempertahankan Tanah Air ini menjadi merdeka dan berdaulat,” tandasnya.

Musthofa menambahkan, Agama Islam adalah agama dakwah, yang mana makna dakwah adalah mengajak. Disatu sisi Islam bermakna keselamatan. Jadi sudah menjadi kewajiban masing-masing umat Islam, untuk mengajak ke jalan yang benar dengan cara memperhatikan keselamatan yang lainnya.

Selain itu, anjuran dan larangan harus berjalan seiring dalam menerapkan ajaran-ajaran agama Islam itu sendiri, oleh semua umatnya. Termasuk apa yang akan dilakukan oleh sekelompok Ormas Islam pada 2 Desember 2016, yang mereka namakan membela Islam Jilid III.

*Kahaba-03

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *