STIE Bima dan Bank Indonesia Resmikan BI Corner

Kota Bima, Kahaba.- Di Kampus Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Bima kini sudah tersedia produk Bank Indonesia (BI). BI Corner atau Bank Pojok merupakan produk BI dibidang pendidikan. BI Corner diresmikan, Sabtu (26/11) dan dirangkaikan dengan kuliah umum yang dihadiri ratusan mahasiswa setempat.

Foto bersama usai peresmian BI Corner di STIE Bima. Foto: Bin

Foto bersama usai peresmian BI Corner di STIE Bima. Foto: Bin

Ketua STIE Bima Firdaus mengaku menyambut gembira peresmian BI Corner di Kampusnya. Karena mendapat kepercayaan dari BI, pihaknya pun menyediakan ruangan khusus untuk BI Corner, untuk penyediaan literasi tentang ekonomi. Bank Pojok itu akan dimanfaatkan sebagai pusat informasi tentang perbankan, terutama BI.

“BI Corner bertujuan untuk memberikan informasi sekaligus meningkatkan pengetahuan mahasiswa tentang keberadaan dan peran Bank Indonesia dalam perekonomian. Beragam publikasi Bank Indonesia (Kajian, Riset dan Statistik), buku ekonomi, hukum, bisnis maupun umum tersedia di BI Corner,” ujarnya.

Pria yang bergelar Magister Manajemen itu mengungkapkan, STIE dipilih oleh BI, karena satu – satunya Kampus Ekonomi di Kota Bima dan Kabupaten Bima. Dirinya pun berharap, kerjasama seperti ini terus berlanjut dan bisa ditingkatkan.

“Tentu dengan adanya Pojok Bank ini akan menambah khasanah dan literasi mahasiswa dalam mengembangkan pengetahuan dibidang ekonomi,” katanya.

Ketua STIE Bima (Kanan) dan Jajaran Bank Indonesia. Foto: Bin

Ketua STIE Bima (Kanan) dan Jajaran Bank Indonesia. Foto: Bin

Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia NTB Prijono mengatakan, saat ini terdapat 6 BI Corner di Provinsi NTB. Masing – masing di Badan Perpustakaan dan Arsip Provinsi (BPAP) NTB, Universitas Mataram, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Mataram, Universitas Tekhnologi Sumbawa, Universitas Hamzanwadi Lombok Timur, dan STIE Bima sebagai BI Corner yang pertama di Kabupaten dan Kota Bima.

“Dengan penempatan BI Corner diberbagai lembaga perpustakaan dan perguruan tinggi, Bank Indonesia berharap dapat mendukung pembangunan sumber daya manusia dan pendidikan di Provinsi NTB,” harapnya.

Kemudian dari kuliah umum, Kepala Devisi Riset, Asesmen, dan Supervisi Strategis Departemen Regional IV BI Budiono, yang menyampaikan materi perkembangan terkini dan prospek perekonomian kedepan mengatakan, dalam era keterbukaan saat ini,  dinamika perekonomian global dan nasional secara langsung maupun tidak langsung akan mempengruhi perekonomian NTB.

Penandatanganan MoU BI Corner di STIE Bima. Foto: Bin

Penandatanganan MoU BI Corner di STIE Bima. Foto: Bin

Pada kesempatan itu dari Departemen Pengelolaan Uang BI NTB Sugeng menyampaikan materi kuliah umum dengan pemaparan mengenai pengelolaan uang rupiah. Pemaparan tersebut bertujuan untuk meningkatkan masyarakat mengenai hakikat kedaulatan bangsa dalam uang rupiah dan cara mengelolanya dengan baik.

Rangkaian acara tersebut dimeriahkan dengan dibukanya Banking Expo yang diikuti oleh perbankan di Kota Bima. Momen pameran produk perbankan tersebut diharapkan menjadi ajang bertemunya calon nasabah dengan pihak perbankan demi meningkatnya literasi keuangan.

Kegiatan ini juga menjadi ajang sosialisasi penggunaan pembayaran non tunai kepada masyarakat seiring dengan meningkatnya tekhnologi dalam perkembangan zaman saat ini.

Pada saat sesi diskusi, mahasiswa STIE Bima nampak sangat antusias menyampaikan sejumlah pertanyaan. Seperti persoalan inflasi, tugas tugas pokok Bank Indonesia hingga meminta penjelasan soal adanya logo menyerupai palu arit di uang pecahan Rp 100 ribu.

*Kahaba-01

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *