BI Kuliah Umum di STIE, Mahasiswi: Ilmu Kami Bertambah

Kota Bima, Kahaba.- Ratusan mahasiswa dan mahasiswi STIE Bima memadati tenda kegiatan kuliah umum Bank Indonesia (BI), Sabtu (26/11). Kegiatan satu rangkaian dengan peresmian BI Corner itu disambut gembira civitas akademika setempat. (Baca. STIE Bima dan Bank Indonesia Resmikan BI Corner)

Arni Yunita dan Susan Yuniarti Mahasiswi STIE Bima saat mengikuti Kuliah Umum Bank Indonesia. Foto: Eric

Arni Yunita dan Susan Yuniarti Mahasiswi STIE Bima saat mengikuti Kuliah Umum Bank Indonesia. Foto: Eric

Mahasiswi STIE Bima semester VII Jurusan Keuangan, Arni Yunita mengaku senang bisa mengikuti kegiatan tersebut. Sebab, ada pengetahuan baru tentang ekonomi dan perbankan yang disampaikan oleh jajaran BI.

“Alhamdulilllah kita banyak dapat ilmu baru, kalau bisa sering – sering,” katanya dengan senyum.

Diakui perempuan berjilbab itu, kuliah umum itu juga sangat bermanfaat. Mahasiswa – mahasiswi dapat mengetahui situasi dan perkembangan terkini tentang tantangan perekonomian. Kemudian yang lebih penting, mahasiswa juga bisa mengetahui lebih spesifik penjelasan langsung dari BI tentang tuga tugas pokok Bank tersebut.

Senada disampaikan mahasiswi jurusan Manajemen SDM STIE Bima, Susan Yuniarti. Ia menilai, kehadiran BI di kampusnya memberikan manfaat besar bagi mahasiswa setempat. Apalagi dengan adanya BI Corner, mahasiswa dimudahkan untuk mendapatkan literasi tentang ekonomi.

“Mahasiswa juga tidak kesulitan untuk melakukan penelitian-penelitian mengenai perbankan, keuangan, kebijakan moneter. Kami tentu akan merasa sangat terbantu,” tambahnya.

Dia menambahkan, kuliah umum tersebut dianggap sebagai momen berharga, dan tidak bisa disia – siakan. Karena jarang – jarang Bank Indonesia bisa hadir di Bima dan memberikan kuliah umum di kampus.

*Kahaba-04

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *