Kopertis Nilai STIKES Yahya Semakin Maju

Kabupaten Bima, Kahaba.- Koordinator Kopertis Wilayah VIII I. Nengah Dasi Astawa menilai Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Yahya Bima menunjukan kemajuan yang menggembirakan. Terbukti, berkat kesungguhan dan setelah keluar dari konflik internal, kampus tersebut mampu menciptakan alumni yang handal dan profesional. Bahkan bisa dipakai hingga ke luar negeri.

Koordinator Kopertis Wilayah VIII I. Nengah Dasi Astawa. Foto: Bin

Koordinator Kopertis Wilayah VIII I. Nengah Dasi Astawa. Foto: Bin

I Nengah juga memberikan apresiasi kepada STIKES Yahya karena menjadi satu-satunya perguruan tinggi kesehatan terbaik di Pulau Sumbawa. Untuk itu, dia berharap kampus almamater ungu itu bisa semakin meningkatkan mutu pendidikan.

“Sekarang sudah persaingan global. Jika tidak mengikuti arus global, maka kita akan tergerus dan tak mampu bersaing. Untuk itu, peningkatan mutu menjadi sesuatu yang harus diprioritaskan,” ujarnya saat memberikan kuliah umum tentang kewirausahaan di kampus STIKES Yahya, Jumat (25/11).

Menurut pria yang menyandang gelar Profesor itu, bicara kewirausahaan tidak lepas dari bicara kesungguhan dan peluang. Maka dari itu, dirinya mengajak mahasiswa untuk cerdas melihat potensi dan peluang. Agar tidak semata – mata bercita – cita menjadi PNS, tapi bagaimana membuka ruang usaha sendiri.

Contoh peluang usaha yang bisa dilakukan oleh alumni sekolah kesehatan sambung I Nengah seperti, buka praktek mandiri. Baik praktek keperawatan maupun kebidanan. Kurikulum juga akan diarahkan agar mahasiswa mampu mengembangkan kreatifitas membuka usaha sendiri.

“Karena STIKES Yahya membuka jurusan profesi, akan mempermudah alumni untuk membuka usaha sendiri,” katanya.

Pada waktu yang sama, Dewan Pembina STIKES Yahya Bima, Yahya mengaku berencana mengembangkan kewirausahaan di lingkungan kampus. Serta menjadikan kampus sebagai salah satu unit usaha.

Bahkan tahun depan pihaknya ingin membuka unit usaha yang dikelola oleh kampus. Seperti unit usaha home care (perawatan rumah) bagi yang sakit. Cara kerjanya, pihak kampus akan mengunjungi pasien setelah menerima panggilan by phone.

“Tentunya tetap merujuk pada resep dokter dan sesuai asupan keperawatan. Ini akan dijadikan sebagai amal usaha kampus,” jelasnya.

Diakui Yahya, pihaknya juga diminta untuk mengirim proposal soal unit usaha tersebut. Menindaklanjuti itu, pihaknya sudah melakukan sejumlah upaya. Dia berharap semoga tahun depan kampus sudah memiliki unit usaha dimaksud.

*Kahaba-01

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *