Rajut Ukhwah, FKUB Gelar Coffee Moorning

Kota Bima, Kahaba.- Menyikapi berbagai isu belakangan  ini yang rentan menimbulkan perpecahan, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Bima kembali mengundang tokoh ormas dalam kegiatan bertajuk Coffee Moorning akhir pekan kemarin.

Kegiatan Coffee Moorning FKUB bersama Ormas Islam. Foto: Ady

Kegiatan Coffee Moorning FKUB bersama Ormas Islam. Foto: Ady

Kegiatan ini dilaksanakan di Aula Kantor FKUB Kota Bima. Mengangkat tema ‘Merajut Ukhwah Untuk NKRI’. Dihadiri 35 tokoh Ormas Islam, OKP dan tokoh masyarakat Kota Bima.

Ketua FKUB Kota Bima, Eka Iskandar mengatakan, kegiatan yang digelar merupakan agenda rutin FKUB. Bertujuan untuk membahas dan mendiskusikan berbagai persoalan keummatan yang muncul. Seperti yang sedang hangat yakni terkait aksi 4 November (411) lalu dan rencana aksi kembali 2 Desember (212).

“Ini merupakan upaya deteksi dini demi ketertiban dan kemaslahatan ummat. Mari kita satukan pendapat kita, tidak boleh memaksakan kehendak kepada orang lain,” kata Eka.

Eka berharap, kerukunan antar umat beragama di Kota Bima senantiasa terjalin dan tidak terpengaruh dengan berbagai macam isu yang terjadi di daerah lain. Kendati akan ada demo 212 terkait dugaan penistaan agama oleh Ahok, Ia meminta semua pihak dapat menjaga situasi Kota Bima tetap aman.

“InshaAllah awal Desember nanti akan dilaksanakan diskusi kembali dengan semua ormas,” ujarnya.

Salah satu tokoh masyarakat, Sudirman H Makka menjelaskan, ada dua hal penting yang menjadi penekanan dalam pertemuan, yakni tentang sistem ketatanegaraan dan sistem agama.

“Kecenderungan timbulnya persoalan-persoalan yang ada kerena hilangnya dua hal ini. Sudah runtuh wawasan berbangsa dan bernegara serta wawasan beragama,” terangnya.

Menurut dia, di luar isu demo 212, ancaman invasi dari negara asing yang kini ramai di media sosial juga harus mendapatkan perhatian masyarakat. Dalam hal ini, semua pihak harus sepakat dan wajib membela hukum negara dan hukum agama di Indonesia.

Sementara Tokoh Persis Bima, H Ajrun Sulaiman menegaskan, Islam tidak akan mungkin menghancurkan NKRI karena di raihnya negara ini berkat perjuangan seluruh umat Islam di seluruh Indonesia.

Demo 212 kata dia, merupakan gerakan Islam karena Ahok diduga telah menghina dan menista Agama Islam. Tidak mungkin Islam kata dia, akan merusak negara Indonesia, karena yang sebenarnya merusak negara itu adalah Ahok.

“Apabila pada aksi 411 diterima oleh Presiden maka mungkin tidak akan ada gerakan 212. Kita berterimakasih juga sama ahok karena dia umat Islam bersatu lantaran aqidahnya dihina,” tuturnya.

Tokoh Muhammadiyah Bima, H. Mansyur Ahmad juga sependapat bahwa demo itu sebenarnya tidak ada masalah, karena yang salah itu adalah Ahok. Islam dituding akan merusak negara itu salah besar, karena dinilainya NKRI adalah hasil dari perjuangan umat Islam.

“Ada anggapan bahwa ada aktor yang menggerakan demo itu salah. Gerakan ini lahir dari hari nurani karena aqidah kita dihina,” tegasnya.

*Kahaba-03

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *