Pemda Eksekusi Pasar Tente, Pedagang Ngamuk

Kabupaten Bima, Kahaba.- Jajaran Camat Woha bersama Bagian Perekonomian dan Pol PP dibantu Polisi dan TNI, mengeksekusi 10 unit toko baru yang berada di Pasar Tente. Pedagang yang sudah menempati bangunan tak tinggal diam, mereka ngamuk dan melawan.

Pemerintah saat eksekusih Pasar Tente. Foto: Deno

Pemerintah saat eksekusih Pasar Tente. Foto: Deno

Seperti salah satu pemilik toko, Aminah. Dia mengaku dirinya sudah hampir 40 tahun menempati tempat itu. Pajak harian, mingguan, bulanan, dan pajak tahunan selalu dibayarkan. Lantas kenapa setelah toko baru dibangun, dirinya malah dikeluarkan.

Padahal sorotnya, Camat sudah menyampaikan jika yang menempati toko baru tersebut hanya orang-orang yang telah lama menempati.

“Saya tidak akan keluar dari toko ini, apapun alasanya saya akan tetap bertahan. Karena ini satu-satunya mata pencaharian keluarga saya. Masa saya mau digantikan dengan penjual sayur. Apa kaitanya pedagang sayur masuk ke toko ini. Ini ada apa, ada konspirasi ya,” tanyanya dengan lantang.

Ditempat lain Hadijah, Nurwahidah dan Salman menyampaikan hal yang sama. Mereka sangat kecewa dan tetap melawan tindakan yang dilakukan pemerintah. Sambil membuang dagangan pecah belahnya, Nurwahidah menyampaikan siap di tembak mati untuk mempertahankan tempat jualannya.

Sementara Camat Woha Dahlan H. Muhammad menjelaskan, eksekusi tersebut merupakan tindakan yang diambil, setelah pihaknya beberapa kali sosialisasi tentang aturan dan mekanisme tentang pihak yang bisa menempati toko-toko tersebut.

“Masih banyak yang belum mendapatkan tempat dan perlu diberikan toko. Orang-orang yang dikeluarkan ini, selain tidak memiliki Simte dan izin dari Pemda, mereka juga telah memiliki toko dobel,” ungkapnya.

Diakui Dahlan, eksekusi ini merupakan perintah dari Pemda, dan wajib pihaknya laksanakan. Persoalan alasan pemilik toko, itu hanya kalimat pembenaran.

“Apapun yang terjadi kami tetap melaksanakan eksekusi ini,” jelasnya.

*Kahaba-05

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *