Bupati Bima Panen Perdana Padi Organik di Ambalawi

Kabupaten Bima, Kahaba.- Sebagai salah satu daerah sentra produksi padi di Provinsi NTB, setiap tahun produksi padi di Kabupaten Bima terus mengalami peningkatan secara signifikan. Hal ini disebabkan adanya peningkaan kesadaran petani dalam menggunakan inovasi teknologi serta penggunaan sarana produksi yang optimal.

Panen Perdana Padi Organik di Ambalawi. Foto: Hum

Panen Perdana Padi Organik di Ambalawi. Foto: Hum

Namun demikian peningkatan produksi padi yang terus mengalami peningkatan tersebut belum dibarengi dengan upaya penyediaan pangan yang aman konsumsi, tinggi kandungan nutrisi dan ramah lingkungan

Untuk itu sejalan dengan agenda pemerintah, Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura Kabupaten Bima melakukan uji coba penerapan pertanian organik pada lahan seluas 40 Ha di empat lokasi yang masing-masing 10 ha di Desa Rite Ambalawi, Desa Sondosia Bolo, Desa Campa Madapangga dan Desa Lere Parado.

Senin (28/11) Bupati Bima Hj. Indah Dhamayanti Putri didampingi Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Bima Muhammad Tayeb, Camat Ambalawi Aidin, beserta pejabat terkait melakukan panen perdana padi organik pada lahan kelompok Tani So Kuru Desa Rite Kecamatan Ambalawi.

Bupati Bima dalam sambutannya sesaat sebelum panen perdana mengatakan, penanaman padi organik merupakan salah satu upaya pemerintah daerah untuk menghasilkan produk pangan organik yang aman dikonsumsi dan ramah lingkungan.

Di hadapan anggota kelompok tani So Kuru dan para petani, Bupati menambahkan, keberhasilan panen perdana padi organik oleh Kelompok Tani So Kuru Desa Rite merupakan keberhasilan semua pihak yang telah bersama-sama bekerja keras meningkatkan produksi padi dan menjadikan Kabupaten Bima sebagai lumbung pangan nasional.

“Keberhasilan panen perdana ini akan dapat mendorong kelompok tani lainnya untuk mengembangkan padi organik. Sehingga, disamping menghasilkan padi yang aman dikonsumsi dan ramah lingkungan, juga mengurangi terjadinya pencemaran air dan irigasi akibat akumulasi penggunaan bahan bahan organik dalam pemupukan yang telah terjadi selama bertahun-tahun,” paparnya.

Sementara itu, Kadis Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura Kabupaten Bima M. Tayeb dalam laporan menyampaikan, sebagai sentra produksi padi di Provinsi NTB, produksi padi di Kabupaten Bima terus mengalami peningkatan secara signifikan terutama dalam 5  tahun terakhir.

“Pada tahun 2010, produksi padi yang dihasilkan mencapai 297.549 ton dengan luas tanam 66.244 Ha dan luas panen 59.642 Ha. Kemudian meningkat menjadi 317.633 ton tahun 2015 pada luas tanam 76.355 ha dan luas panen mencapai 75.585 Ha,” sebutnya.

Untuk mendorong peningkatan produksi, tahun ini terdapat alokasi Dana Tugas Perbantuan untuk uji coba pertanian padi organic seluas 40 Ha yang tersebar di 4  lokasi masing – masing seluas 10 Ha, yang salah satunya ada pada poktan So Kuru desa rite kecamatan Ambalawi.

Panen perdana tersebut ditandai dengan penyerahan bantuan kendaraan roda tiga, 2 unit handtraktor, 8 unit hand sprayer mesin, 28 unit mesin blower landak (alat siang gulma) yang diterima Ketua oleh Poktan So Kuru Taufik H. Usman.

*Kahaba-01/Hum

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *