SMAN 2 Vs SMKN 3 Tawuran Lagi, Alwi: Ini Keteledoran Kepala Sekolah

Kota Bima, Kahaba.- Selama.dua hari pelajar SMAN 2 dan SMKN 3 Kota Bima terlibat tawuran dan saling kejar-kejaran. Entah siapa oknum pelajar yang menjadi provokator, namun dengan adanya kejadian itu menyebabkan gangguan KBM sekolah.

Kepala Dinas Dikpora Kota Bima, H. Alwi Yasin. Foto: Eric

Kepala Dinas Dikpora Kota Bima, H. Alwi Yasin. Foto: Eric

Atas kejadian ini, Kepala Dinas Dikpora Kota Bima, H Alwi Yasin merasa geram dan menuding kedua pihak sekolah tidak mengindahkan instruksinya. Ia pun berjanji akan segera kembali memanggil kedua Kepala Sekolah untuk dimintai keterangan dan penjelasan.

“Ini keteledoran kepala sekolah, kemarin sudah saya pertegas untuk melakukan pembinaan serta pengawasan ketat kepada siswa. Namun justeru kejadian terulang kembali, ini artinya instruksi saya tidak di indahkan,” kata Alwi melalui telepon seluler, Selasa (29/11).

Diakuinya, tawuran hari pertama sudah diselesaikan, setelah memanggil kedua kepala sekolah. Bahkan, keduanya sepakat untuk membina serta mengawasi ketat pada pelajar masing-masing sekolah.

Namun Ia heran, justeru tawuran kembali terjadi dan ada siswa yang diamankan aparat keamanan. Alwi juga menyesalkan tidak mendapatkan laporan dari pihak sekolah, informasi adanya tawuran justeru diperolehnya dari media massa.

Harusnya kata dia, pihak sekolah melaporkan segera ke dinas agar bisa ditindaklanjuti secara serius. Sebab, tawuran pelajar bisa mengancam siklus dunia pendidikan.

Langkah tegas juga akan diambil Dinas Dikpora untuk mencegah agar tidak lagi terjadi hal serupa. Bahkan siap memberikan sanksi kepada sekolah manapun yang siswanya terlibat tawuran, karena dianggap tidak dapat membina siswanya.

“Sanksi tegas harus diambil, lantaran aksi para oknum siswa setiap kali tawuran sudah sangat meresahkan masyarakat. Sehingga kepada para kepsek dan guru untuk lebih tegas dalam membina dan mengawasi siswa,” tandasnya.

Alwi meminta, dengan adanya kejadian tersebut diimbau setiap jajaran sekolah agar lebih giat lagi memberikan pembinaan mental bagi setiap siswanya sehingga tidak melakukan tawuran atau kegiatan yang merugikan orang lain.

“Selain sisi sekolah, kami meminta juga peran orang tua dalam membina mental anak guna memini­malisir terjadinya aksi saling serang di kalangan pelajar,” ujarnya.

*Kahaba-04

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

1 komentar

  1. Saidatul Mufida, S.Pd.

    YANG DISESALKAN, Kalimat diatas bukanlah kalimat yang bijak, namun terkesan cuci tangan. TIDAK ADA TAWURAN ANTARA SMAN2 DENGAN SMIK. Tapi yang terjadi adalah batas kesabaran siswa melihat didepan mata mereka ada TAHAPAN RENCANA yang mencoba memanfaatkan tangan-tangan suci siswa untuk menghancurkan tatanan pendidikan baik di SMAN2 MAUPUN DI SMIK. Sadarlah wahai PENGUASA RENCANA … Kami para guru yang menjadi KAMBING HITAM. Padahal dengan peluh kami menjaga… dengan lapar kami bertahan…. Kalimat yang sudah dilontarkan sungguh menusuk keikhlasan hati kami menjaga keutuhan silaturrahmi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *