Dukung Kota Tangguh, Tim JICA Kunjungi Walikota Bima

Kota Bima, Kahaba.- Upaya Pemerintah Kota Bima mewujudkan Kota Tangguh mendapatkan dukungan dari berbagai pihak, salah satunya adalah Japan International Cooperation Agency (JICA) – Badan Kerjasama Internasional Jepang. Dukungan ini ditunjukkan dalam kunjungan yang dilakukan oleh tim JICA ke kantor Walikota Bima.

Foto bersama Walikota Bima bersama Tim JICA. Foto: Hum

Foto bersama Walikota Bima bersama Tim JICA. Foto: Hum

Tim JICA dipimpin oleh Mr. Shinichi Fukasawa yang merupakan Team Leader JICA ASEAN Project CN 18, didampingi oleh Kasubdit Pencegahan Direktorat Pengurangan Risiko Bencana Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) diterima oleh Walikota Bima di ruang kerjanya Kamis (1/12).

Mr. Shinichi Fukasawa menjelaskan, JICA bekerjasama dengan BNPB mengadakan Workshop di Kota Bima dengan tujuan untuk berbagi pembelajaran, mengakses informasi, menyusun indikator dan ukuran kinerja serta menilai kemajuan program mewujudkan Kota Tangguh.

Workshop diselenggarakan di Hotel Marina Kota Bima pada hari Kamis, 1 Desember 2016, pukul 09.00 WITA hingga selesai, dengan menghadirkan perwakilan dari SKPD yang membidangi urusan penataan ruang, perencanaan daerah serta penanganan kebencanaan.

Walikota Bima menyampaikan ucapan terima kasih atas berbagai dukungan yang diberikan oleh JICA dalam upaya pengurangan risiko bencana di Kota Bima. Ia pun menjelaskan, pada tahun 2015 Walikota Bima juga mendapat undangan dari JICA untuk belajar tentang penerapan Kota Tangguh di Jepang.

“Saya diajak untuk melihat program ketangguhan di beberapa prefektur dekat Tokyo. Kami sangat mengagumi efektivitas dan efisiensi sistem yang berlaku di Jepang. Infrastruktur sudah lengkap terbangun, dibarengi dengan kesadaran dan disiplin yang tinggi dari masyarakat. Berbagai langkah dan fasilitas untuk mengantisipasi kejadian bencana sudah lengkap dan berfungsi dengan baik,” papar Walikota.

Mr. Shinichi Fukasawa menjelaskan, pihaknya mendapat rekomendasi dari BNPB untuk melaksanakan Workshop di Kota Bima. Oleh BNPB, Kota Bima diakui sebagai pilot project dalam upaya pengurangan risiko bencana. Salah satu indikatornya adalah pengalokasian 1 persen APBD untuk upaya pengurangan risisiko bencana yang dituangkan dalam Peraturan Walikota serta keberadaan Tim Siaga Bencana Kelurahan pada setiap kelurahan di Kota Bima. Penguatan kapasitas masyarakat serta kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana menjadi salah satu capaian yang membanggakan.

Pada kesempatan tersebut, pihak JICA juga mengundang Walikota untuk menjadi pembicara pada acara workshop tingkat ASEAN tentang Pembangunan Ketangguhan terhadap Bencana dan Perubahan Iklim yang akan diselenggarakan di Vientienne, Laos, pada tanggal 8-9 Desember mendatang.

*Kahaba-01/Hum

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *