Bukannya Bersyukur Dapat CB, Ahmad Batora Malah Bikin Ulah

Kabupaten Bima, Kahaba.-  Bukanya bersyukur karena telah mendapatkan Cuti Bersyarat (CB) dari Rutan Bima terhitung tanggal 23 November 2016 – 4 Februari 2017 atas kasus narkoba yang divonis delapan bulan, Ahmad Batora (70) warga asal Desa Tente malah bikin ulah dengan kembali terlibat jaringan narkoba.

Plt Kepala BNNK Bima Fery Priyanto. Foto: Bin

Plt Kepala BNNK Bima Fery Priyanto. Foto: Bin

Baru saja tiga hari menjalankan cuti bersyaratnya, Ahmad Batora kembali ditangap BNNK Bima karena memiliki Narkoba jenis Sabu-sabu sebanyak 2,5 gram.

Plt Kepala BNNK Bima Fery Priyanto mengatakan, Ahmad Batora yang ditangkap beberapa waktu lalu ternyata masih dalam status tahanan Rutan Bima. Kemudian keluar dari Rutan karena mendapatkan cuti bersyaratat.

“Karena izin CB dari Rutan belum dicabut, kami akan melakukan menyelesaikan dulu masalah CB Ahmad Batora baru diserahkan ke BNNP NTB untuk proses lebih lanjut,” ujarnya, baru  – baru ini.

Sementara itu Kepala Rutan Bima Abdul Halik membenarkan adanya izin cuti bersyarat untuk Ahmad Batora. Kemudian izin akan dicabut ketika pihak penyidik yang menangkapnya bisa mengajukan surat penahanan atas tindak pidana baru yang dilakukan Ahmad Batora. Karena selama tidak ada surat penahanan tersebut, pihaknya tidak akan menerima Batora sebagai tahanan.

Menurutnya, cuti bersyarat merupakan hak yang wajib didapat oleh seluruh para narapidana, selama berkelakuan baik saat berada dalam tahanan.

”Kami akan menerima Ahmad Batora sebagai tahanan ketika ada surat penahanan atas kasus pidana yang baru. Ketika surat penahanan itu ada, maka kami akan mencabut izin cuti bersyarat tersebut,” jelasnya.

*Kahaba-05

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *