Profesionalisme Tim Pansel Sekda Dipertanyakan

Kota Bima, Kahaba.- Penambahan waktu rekam jejak untuk 5 calon Sekda Kota Bima menjadi pertanyaan. Waktu penetapan yang tidak ditentukan untuk 3 Calon Sekda terpilih mengikuti proses selanjutnya juga menjadi pertanyaan.

Dosen STISIP Mbojo Bima, Arif Sukirman. Foto: Bin

Dosen STISIP Mbojo Bima, Arif Sukirman. Foto: Bin

Akademisi STISIP Mbojo-Bima Arif Sukirman menyorot cara kerja tim pansel calon Sekda Kota Bima yang tidak sesuai jadwal. Penambahan waktu untuk rekam jejak 5 calon sekda itu malah akan melahirkan penafsiran – penafsiran yang beragam.

“Diundurnya pengumuman dengan menambah waktu proses rekam jejak menunjukan ketidakmampuan tim pansel bekerja dengan baik. Ini malah akan memunculkan banyak opini. Tim Pansel telah menunjukan kerja yang tidak profesional,” sesalnya kepada Kahaba, Minggu (4/12).

Menurut Arif, pernyataan ketua tim pansel calon sekda mengenai penambahan waktu rekam jejak untuk lima calon sekda dalam waktu yang tidak ditentukan, tidak tutup kemungkinan membuka ruang adanya lobi terselubung antara para calon dengan tim pansel.

Karena jika dilihat dari rekam jejak 5 calon Sekda Kota Bima tersebut, tentu masing – masing punya nilai plus dan minus. Hanya persoalannya antara besar dan kecil.

“Semua orang tahu tentang sepak terjang lima calon sekda ini. Jadi penambahan waktu proses rekam jejak saya pikir justeru membuka peluang adanya nepotisme,” duganya.

Meski disatu sisi dirinya mengakui komposisi yang pas dalam tim pansel calon Sekda Kota Bima, tapi ia merasa ada yang aneh dengan pengunduran waktu pengumuman untuk menetapkan 3 nama dari 5 calon Sekda Kota Bima.

Untuk itu, dirinya berharap agar tim segera mengumumkan siapa tiga nama calon Sekda Kota Bima yang akan mengikuti proses selanjutnya. Biar tidak muncul tanggapan – tanggapan yang mempertaruhkan kinerja tim pansel.

Sementara itu Ketua Tim Pansel Sekda Kota Bima H. Maryono Nasiman yang dimintai tanggapan mengaku tim pansel tetap akan bekerja meskipun memakan waktu yang lama.

“Saya belum bisa memberikan tanggapan, karena masih ada urusan,” jawabnya sembari menutup seluler.

*Kahaba-04

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.
  1. sebenarnya tidak ada yang perlu di perdebatkan…………….. dari dulu KOTA ini hancur karena moral pemimpin2 yang ada di KOTA itu hancur…. ya begini adanya moral kita….. siapa sehhh yang tidak paham kelima calon ini……. semua ada plus-min… klo di nilai dari segi moral 2 calon udah pasti nikah siri apa ia akan jadi panutan PNS kota…. satu lg dari sisi kepangkatan,,,,, wanita hny sebagai simbol 3 besar….. tidak ada yang layak klo dari sisi…kinerja dan moral yang utama…… ini moral aja rusak masih juga lolos jadi kepala dinas…. tidak ada yang perlu di tutupi klo moral rata2 pemimpin sekarang pada hancur…. tinggal siapa yang berani memberikan PAD buat pimpinan di atas dan kedekatan hny itu….. klo kinerja dan moral itu moral seribu…… seperti jaman sekarang kata slank KEPERAWANAN nomor seribu………………………………………………..asla masih ada lubang… jadi mau siapa aja SEKDA KOTA BIMA tetap seperti ini…….. loyal dan penghasil PAD,,, TITIK…..TITK, lngs di lingkaran jadi dehhhh

  2. tidak usah di pikirkan mas arif…. anda selaku akademi sehhhh oke aja… tapi anda sudah lama di KOTA BIMA…. ada tau klo moral kita seperti ini,,,, saya rasa mau siapa jadi sekda ya tetap seperti ini…… kenapa tidak anda kritik soal masjid kerapung….. apa di sisi akademisi itu layak…..???? itu yang perlu kita mikir sekarang anggaran 12M loh mas hny mau buat simbol tengah laut sedangkan banjir di dalam KOTA masih… lihat selokan apa pernah di gali biar g banjir nhhh jalan di kota….. ini saran mas arif… klo kritik soal masjid terapung lebih bermanfaat ketimbang mikir sekda kota…. capek sendiri toh kembalinya lingkarrrrrrrrrrrrrrrrrr itu yang aku suka

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *