Tolak Narkoba, STIE Gelar Deklarasi Anti Narkoba Bersama Dikes

Kota Bima, Kahaba.- Peredaran narkoba dan obat keras Tramadol dewasa ini, menjadi ancaman serius masa depan generasi. Jika tidak serius ambil sikap untuk menyatakan jauh – jauh dan tolak keberadaan barang haram tersebut, maka tidak tertutup kemungkinan generasi akan terjerumus.

Acara Deklarasi Anti Narkoba di STIE Bima. Foto: Dok. STIE Bima

Acara Deklarasi Anti Narkoba di STIE Bima. Foto: Dok. STIE Bima

Sebagai upaya dan langkah serius agar lebih awal menangkis maraknya peredaran narkoba dan obat keras Tramadol, STIE Bima bersama Dinas Kesehatan (Dikes) Kota Bima menggelar kegiatan Deklarasi Anti Narkoba, sekaligus dirangkaikan dengan penandatanganan deklarasi.

Humas STIE Bima Deddy Kamal mengatakan, kegiatan tersebut dihelat di kampus STIE Bima Jumat (2/12). Hadir sebagai peserta kegiatan mahasiswa dan mahasiswi setempat, dengan jumlah lebih dari 50 orang.

“Kegiatan ini penting. Karena tanpa kita ketahui aktifitas mahasiswa STIE diluar kampus. Setidaknya, dari acara deklarasi ini, mahasiswa bisa mengetahui dan menghindari narkoba setelah mendengar pencerahan tentang bahaya narkoba dan obat keras Tramadol,” jelasnya kepada Kahaba.net.

Diakui Deddy, acara tersebut dihadiri oleh pemateri dari Dikes Kota Bima, yang menjelaskan tentang bahaya mengkomsumsi narkoba dan obat keras Tramadol. Karena hingga saat ini, barang tersebut masih beredar luas di Kota Bima dan sekitarnya.

Untuk itu, sebagai kampus yang serius menolak narkoba dan ingin jajaran civitas akademika bersih dari peredaran dan penggunaan narkoba, pihaknya menerima tawaran kerjasama dari Dikes Kota Bima untuk menggelar deklrasi tersebut.

“Ada tiga kampus yang dipilih Dikes Kota Bima untuk lokasi Deklarasi Anti Narkoba, salah satunya STIE Bima. Kami dari jaran STIE juga menyambut gembira kegiatan ini,” kata pria yang menyandang gelar Magister Manajemen ini.

Ia berharap, kegiatan tersebut menjadi langkah awal untuk kampus STIE Bima memperkuat sikap tolak terhadap narkoba. Karena narkoba hanya mendorong generasi untuk tidak bisa berkreatifitas dan melakukan hal – hal yang tidak produktif.

*Kahaba-01

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *