Peringati Hari Anti Korupsi Sedunia, Mahasiswa Bentrok dengan Pol PP

Kota Bima, Kahaba.- Aksi peringatan Hari Anti Korupsi (HAK) sedunia, Jumat (9/12) pagi di depan Kantor Pemerintah Kota Bima berakhir ricuh. Mahasiswa yang tergabung dalam Liga Mahasiswa Nasional Demoraksi (LMND) Bima bentrok dengan aparat Sat Pol PP.

Bentrok mahasiswa dan Pol PP. Foto: Ady

Bentrok mahasiswa dan Pol PP. Foto: Ady

Liputan langsung media ini, sejumlah mahasiswa terlibat baku pukul dan saling lempar batu dengan Pol PP. Akibatnya, beberapa mahasiswa terluka dan sekitar tiga lampu hias di pagar Kantor Pemerintah Kota Bima hancur.

Kericuhan berawal saat mahasiswa diminta turun dari pagar dan menyampaikan aspirasi dengan baik. Namun, teguran tersebut memicu ketegangan antar kedua pihak.

Karena aksi mahasiswa tak terkontrol dan mengarah ke anarkis, Sat Pol PP mengambil tindakan untuk membubarkan mahasiswa. Satu persatu Pol PP keluar menggunakan kayu panjang dan mengejar mahasiswa.

Massa aksi kemudian berhamburan, sementara sebagian bertahan dan berusaha menghadang Pol PP. Kepolisian yang hanya berjumlah sedikit tak mampu meredam ketegangan.

Mahasiswa yang tersisa mengamuk melihat rekan-rekan dihantam kayu Pol PP. Tak terima dengan perlakuan itu, lampu di pagar kantor dihancurkan. Salah seorang diantara mahasiswa bahkan menantang untuk berduel.

Kepolisian perlahan mendinginkan suasana dan meminta mahasiswa untuk membubarkan diri secara damai. Meksi pulang dengan kecewa, mahasiswa akhirnya beranjak dari lokasi aksi.

Sebelum kericuhan terjadi, mobil dinas yang diketahui dari Kantor Pemerintah Kota Bima juga tak luput dari amukan mahasiswa. Mobil yang tidak sempat diidentifikasi nomor polisinya itu terlihat penyok di bagian samping. Namun setelah itu berhasil lolos karena kembali memutar arah.

*Kahaba-03

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *