Teatrikal BEM STIE, Sindir Birokrat Korup

Kota Bima, Kahaba.- Seorang pria berdasi dengan gaya mentereng terlihat asik membagikan uang dari hasil korupsi kepada warga miskin di depan Kantor Pemerintah Kota Bima, Jumat (8/12) pagi. Sambil tertawa dia menendang beberapa warga yang mengais rupiah darinya. (Baca. Peringati Hari Anti Korupsi, Mahasiswa Bentrok dengan Pol PP)

Aksi teatrikal BEM STIE Bima saat demo Hari Anti Korupsi Sedunia. Foto: Ady

Aksi teatrikal BEM STIE Bima saat demo Hari Anti Korupsi Sedunia. Foto: Ady

Salah seorang dari warga berpakaian compang-camping, sedangkan tiga lainnya hanya mengenakan celana. Dengan wajah lusuh dan mengiba, mereka mengelilingi pria berdasi sambil mengemis meminta uang.

Pria berdasi itu kemudian mengambil uang dari sebuah kotak bertuliskan ‘Hasil Korupsi’ dan membagikannya kepada warga. Namun bukannya senang, warga malah semakin menderita setelah menerima uang.

Pria berdasi dan warga miskin tersebut merupakan anggota BEM STIE Bima. Mereka sedang mementaskan adegan teatrikal memperingati Hari Anti Korupsi sedunia.

Korlap Aksi, Rifaid mengatakan, aksi teatrikal tersebut menggambarkan bagaimana kasus korupsi di negeri ini sudah menggurita. Hasil korupsi hanya dinikmati sebagian pejabat, sementara masyarakat miskin semakin terpuruk dan menjadi budak di negeri sendiri.

Lewat teatrikal tersebut, ia dan rekan-rekannya ingin menyampaikan pesan bahwa korupsi hanya akan menyengsarakan rakyat dan memperkaya koruptor. Selain itu, mahasiswa dari kampus biru ini menyindir birokrat dan pemerintahan korup yang menjangkiti hingga tingkat daerah.

Tak hanya menggelar aksi teatrikal, mahasiswa STIE juga menyuarakan aspirasi menolak rencana pembangunan masjid terapung dan penimbunan sebagian laut di Amahami.

*Kahaba-03

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

1 komentar

  1. M. Idwar Yunan

    Bagus sekali panggung teater nya. Cuman alur ceritanya sedikit kurang mengena.
    Tokoh berdasi sosok koruptor. Si miskin Minta uang. Seharusnya jgn Minta piti tp Minta pekerjaan/lahan Usaha. Kalo Minta piti, pasti piti yg dikasih hasil korupnya. Jd si miskin secara Tdk langsung ikut makann uang koruptor. Dan menjadi koloni si koruptor.

    Si miskin harus Minta tolong polisi, utk nangkap dan kandangin itu koruptor. Aksi Minta tolong ama aparat pesAn moralnya nyampe. Krn keseriusan aparat penegak hukum itu katanya Masih setengah hati.
    Tp is oke.lah. belakangan hari ide ceritA teatrikalnya supaya lebih mengena lg. Brafo rekan2 jgn berhenti berjuang

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *