Dilapor LMND, Kasat Pol PP Tuding Pendemo Penyebab Bentrok

Kota Bima, Kahaba.- Kasat Pol PP Kota Bima, Syarif Rustaman mempersilahkan Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) melapor kepada Kepolisian terkait dugaan penganiayaan yang dilakukan anak buahnya kepada pendemo. (Baca. Peringati Hari Anti Korupsi Sedunia, Mahasiswa Bentrok dengan Pol PP)

Kasat Pol PP saat melerai massa aksi. Foto: Ady

Kasat Pol PP saat melerai massa aksi. Foto: Ady

Syarif menegaskan, itu merupakan hak mahasiswa untuk melapor. Dan pihaknya akan mempersiapkan argumentasi hukum dan bukti-bukti kuat untuk menghadapi laporan tersebut. (Baca. LMND Laporkan Pol PP ke Polisi)

“Terkait sikap LMND untuk melapor silahkan saja, itu hak mereka. Namun, kita juga akan meminta pertanggungjawaban dari Korlap aksi terkait kerusakan fasilitas Pemkot Bima,” jelas Syarif saat dihubungi Kahaba.net, Jumat (9/12) malam.

Syarif mengaku, dirinya ikut mengamankan aksi unjuk rasa memperingati Hari Anti Korupsi Sedunia itu sehingga tahu persis bagaimana kronologis sebelum bentrokan pecah. Awalnya kata dia, salah seorang pendemo dari LMND menaiki pagar dan berusaha menerebos masuk ke dalam halaman kantor.

“Itu terjadi dihadapan saya. Kemudian kita menegur dan meminta dia keluar, tapi justu merusak lampu di pagar,” ungkapnya.

Setelah itu lanjutnya, personil Pol PP berusaha meminta mahasiswa untuk tetap melaksanakan aksi di luar halaman Pemkot Bima dengan damai. Namun tidak diindahkan, malah personilnya mendapat sambutan batu dan lemparan paving blok dari pendemo.

Hal ini memicu ketegangan kedua pihak karena aksi mahasiswa sudah menjurus ke anarkis. Sehingga personilnya wajib mengamankan fasilitas Pemkot Bima agar tidak dirusak lagi.

“Kita masih mengidentifikasi kerusakan fasilitas Pemkot Bima. Seperti mobil dinas yang sempat dipukuli. Begitu juga lampu yang dirusak. Kita akan minta tanggungjawab kepada Korlapnya,” tegas Syarif.

Pihaknya juga sedang menghimpun barang bukti seperti batu, paving blok yang digunakan untuk melempar Pol PP, maupun pecahan lampu kaca yang dirusak. Dokumentasi video dan foto juga sudah dikantongi sebelum maupun saat bentrokan terjadi.

“Nanti akan kita sampaikan kepada pihak Kepolisian untuk meminta pertanggungjawaban kepada Korlap aksi,” ujarnya.

Syarif menyesalkan aksi demonstrasi mahasiswa yang sudah menjurus anarkis tersebut. Seharusnya ketegangan kedua pihak bisa dihindari, bila saja penyampaian aspirasi dilakukan sesuai aturan. Karena pihaknya tidak pernah melarang siapapun untuk menyampaikan aspirasi dan pendapat. Asalkan disampaikan sesuai aturan dan tidak anarkis.

“Kita sesalkan adanya ketegangan antara Pol PP dari LMND. Kita sebenarnya sudah siagakan pengamanan pasif. Hanya dilakukan di dalam ring pagar tanpa menggunakan pengaman apapun,” akunya.

Dirinya berharap, kejadian tadi siang dapat menjadi pembelajaran bersama semua pihak. Agar ketegangan seperti itu tidak lagi terjadi dengan saling menghargai dan menyampaikan aspirasi secara baik.

*Kahaba-03

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *