Diduga Pengaruh Alkohol, Babinkantimbas Santi dan Warga Ribut

Kota Bima, Kahaba.- Terjadi keributan hingga saling pukul antara Babinkantibmas Kelurahan Santi SP dan salah satu warga Santi MU, Minggu (11/12) dini hari di depan kantor Kelurahan Santi. Keributan tersebut karena miskomunikasi dan diduga dibawah pengaruh alkohol.

Ilustrasi

Pantauan Kahaba, keributan berawal dari penangkapan empat pasangan muda mudi yakni AK (23) asal Lewirato, AH (23), dan dua perempuan El (17) asal Kampung Sigi dan IC (17) asal warga Kore yang tengah duduk minum dikos-kosan Santi.

Kemudian oleh Kepala Kelurahan Santi dan Babinkantibmas, saat hendak membawa pasangan itu ke kantor Pol PP, MU dan beberapa warga lain menahan Babinkantibmas agar dibina saja ditingkat Kelurahan, tidak usah dibawah ke Kantor Pol PP.

Permintaan MU dan beberapa warga memiliki alasan yang mendasar, karena sebelum Babinkantibmas mengamankan ke empat pemuda tersebut, warga SD, SB, dan CR mengetahui kalau Babinkantimbas yang pada saat itu menggunakan pakaian preman, baru pulang minum dari salah satu Kafe yang ada di Kota Bima.

“Seharusnya dia tidak usah perbesar masalah ini, cukup saja diselesaikan di Kantor Lurah. Dia juga kan habis minum dari kafe bersama kita,” ujar ketiga warga tersebut.

Permintaan warga tersebut tidak bisa diterima oleh Babinkantibmas, adu mulut hingga baku pukul antara MU dan Babinkantibmas tidak bisa dihindari. Babinkantibmas memukul MU hingga berdarah dibagian muka.

Sementara itu, adik kandung MU, IR telah melaporkan kejadian tersebut di Polres Bima Kota. IR menilai tindakan Babinkantibmas tersebut seharusnya tidak terjadi, karena apapun masalahnya sebagai pelindung dan pengayom masyarakat harus bisa lebih bijak menangani masalah, bukan harus diselesaikan dengan cara fisik.

“MU sudah kami visum, dan kasus ini sudah kami laporkan ke Polres untuk diproses,” katanya.

Sementara itu, SP yang dikonfirmasi membantah dirinya mengkomsumsi alkohol. Dirinya juga ingin membawa pasangan itu ke Kantor Pol PP, karena di tempat itu sering digunakan oleh warga untuk mabuk – mabukan.

*Kahaba.-05

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *