Kemenag Ajak Masyarakat Dukung Pembangunan Masjid Terapung

Kota Bima, Kahaba.- Kendati sejumlah pihak menolak rencana Pemerintah Kota Bima membangun Masjid Terapung Amahami, tidak demikian dengan Kepala Kemenag Kota Bima, H Syahrir. Ia justru mengajak masyarakat Kota Bima untuk mendukung rencana pembangunan masjid yang digadang sebagai ikon Kota Tepian Air tersebut.

Kepala Kantor Kemenag Kota Bima, H Syahrir. Foto: Ady

H. Syarir beralasan, pembangunan Masjid Terapung sangat bermanfaat dan konstruktif untuk Kota Bima. Selain itu akan menjadi ikon bagi Kota Bima serta memenuhi fasilitas ibadaha masyarakat. Terutama yang berada di sekitar Amahami dan pengendara yang melintas.

“Saya kira tidak ada yang salah. Artinya masyarakat harus mendukung niat baik Pemerintah Kota Bima,” ujarnya kepada media ini, kemarin.

Keberadaan Masjid Terapung nantinya lanjut dia, juga akan membantu menghidupkan semangat kegiatan keagamaaan masyarakat setempat. Sehingga dapat meminimalisasi perbuatan maksiat yang kerap dilakukan oknum muda-mudi di sepanjang Pantai Amahami.

“Pada prinsipnya kami mendukung karena kami tidak melihat ada hal negatif dari pembangunan Masjid Terapung. Untuk itu, kami mengajak pula kepada masyarakat agar sama-sama mendukung program strategis pemerintah ini,” ajaknya.

Terkait ada sebagian masyarakat yang menuding Pemerintah Kota Bima mengabaikan Masjid Agung Al Muwahidin dan lebih memilih membangun Masjid terapung, menurutnya pemahaman tersebut perlu diluruskan.

Sebab kata dia, Pemerintah Kota Bima sejak dulu telah membantu mengalokasi anggaran pembangunan Masjid Raya. Hanya saja, masalahnya saat ini bukan pada Pemerintah Kota Bima tetapi anggaran yang diberikan tidak dikelola dengan baik oleh pihak yayasan masjid.

“Jadi bukan Pemerintah Kota Bima tidak peduli. Kalau pun Masjid Terapung dibangun, tidak akan menghambat pembangunan Masjid Raya,” nilainya.

*Kahaba-03

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *