Tim 7 Temukan Ada Patok Baru di Laut Amahami

Kota Bima, Kahaba.-  Ada fakta baru lagi yang mencengangkan masyarakat terkait polemik penimbunan Laut Amahami. Disaat upaya penyelesaian sedang dilakukan, ternyata ada pihak tertentu yang kini kembali mematok baru lagi kawasan Laut Amahami.

Pertemuan warga Dara dengan Anggota DPRD Kota Bima. Foto: Eric

Persoalan ini diungkap perwakilan tokoh masyarakat Kelurahan Dara Kecamatan Rasanae Barat yang tergabung dalam Tim Tujuh (7) saat kembali mendatangi Kantor DPRD Kota Bima, Selasa (13/12) siang.

Kehadiran mereka guna menanyakan tindaklanjut dan sikap dewan setelah mengeroscek lapangan terkait luas lahan Pasar Amahami belum lama ini.

“Kedatangan kami ini guna mengawal amanah masyarakat kelurahan Dara dan umumnya Kota Bima mengenai hasil kros cek lapangan terkait luas lahan Pasar Amahami yang sebenarnya,” jelas Ketua Tim 7 Kelurahan Dara, Herman.

Menurut dosen STKIP Bima ini, banyak kejanggalan yang ditemukan saat wakil rakyat turun ke lokasi. Seperti luas area yang tidak sesuai dengan gambar, serta adanya pematokan kembali lahan pembangunan jalan di luar pasar. Ada indikasi pematokan ini dilakukan oknum tidak bertanggungjawab.

“Luas lahan telah kita ketahui bersama, setelah turun dengan Anggota Dewan dan Bagian APU Setda Kota Bima.Berapa luas Pasar Amahami sebenarnya yang sesuai dengan gambar,” ungkap Herman.

Hanya saja, yang menjadi pertanyaan masyarakat kata dia, siapa yang mematok kembali luas lahan di luar area pasar tersebut, apakah sudah mempunyai ijin, atau bahkan sertifikat perlu diketahui masyarakat sehingga tidak semakin menimbulkan persoalan.

“Kami hanya ingin kejelasan dan transparansi, apa maksud pematokan lahan di luar hak milik pemerintah,” ujarnya.

Menanggapi aspirasi warga, Anggota DPRD Kota Bima, Syamsurih berjanji akan memperjuangkan dan menfasilitasi penyelesaian masalah tersebut secepatnya. Sehingga dapat mengetahui akar permasalahan danapa yang sebenarnya terjadi di lapangan.

“Tugas kami di Komisi III telah melakukan kros cek langsung lapangan dan mengetahui dengan jelas luas lahan Amahami yang sebenarnya dimiliki pemerintah daerah,” terangnya.

Kemudian terkait adanya pematokan kembali lahan baru, Duta PAN ini menegaskan akan mengusut tuntas haltersebut dan segera mengusulkan rapat lintas komisi. Sebab ada bebarap poin tuntutan warga bukan merupakan tugas dan wewenang Komisi III.

“Hasil pertemuan dengan perwakilan masyarkat Kelurahan Dara ini, segera akan kami tindaklanjuti melalui rapat internal Komisi III. Kemudian hasilnya akan diserahkan kepada Ketua DPRD untuk ditindaklanjuti bersamamelalui rapat lintas komisi,” tegasnya.

*Kahaba-04

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *