Moratorium UNBK Belum Jelas, Sekolah Bimbang

Kota Bima, Kahaba.- Kebijakan pemerintah yang berubah-ubah hampir setiap tahun terkait pendidikan membuat pihak sekolah seakan dikorbankan. Terbaru, rencana moratorium Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) kembali membuat bimbang pihak sekolah.

Kepala Dinas Dikpora Kota Bima, H. Alwi Yasin. Foto: Eric

Masalahnya, kebijakan Menteri Pendidikan tersebut belum didukung Juklak dan Juknis. Sementara persiapan sekolah menghadapi UNBK sudah rampung 100 persen.

Terkait hal ini, Kepala Dinas Dikpora Kota Bima, H Alwi Yasin menjelaskan, apabila moratorium UNBK dilakukan, maka akan diganti konsepnya menjadi Ujian Sekolah Berbasis Komputer (USBK). Namun, hal ini pun rupanya belum jelas, karena Kepres maupun Juklak dan Juknis pelaksanaannya belum ada.

“Sampai sekarang kami belum peroleh Juklak dan Juknisnya. Rakor untuk menyamakan persepsi saja belum ada,” kata Alwi kepada Kahaba.net, Selasa (13/12).

Menurut dia, pelaksanaan UNBK sebenarnya berawal dari niat pribadi pelaksana pendidikan yang ingin merubah tatanan kejujuran pelaksanaan ujian. Jika dilihat dari segi aturan resmi, hingga saat ini belum ada.

“UNBK sebagai perbaikan kualitas kejujuran pelaku pendidikan ingin kita terapkan karena kita melihat pelaksanaan selama ini tidak jujur,” tegas Alwi.

Menanggapi rencana moratorium UNBK ini, Ketua Komisi I DPRD Kota Bima Anwar Arman mengaku kecewa terhadap kebijakan pemerintah. Ia tidak habis pikir, Pemerintah Pusat semuda itu mengganti program pendidikan. Bahkan setiap kebijakan itu berganti setiap pergantian menteri.

“Dunia pendidikan  sangat  sensitif dengan satu perubahan saja. Karena rangkaian system yang ada didalamnya sangat panjang dan banyak, bahkan melibatkan anak sebagai pemanfaat pendidikan,” tuturnya.

Menurut Duta PKS ini, pergantian pola dan sistem pendidikan yang terus menerus, akan menimbulkan kegamangan bagi daerah. Terutama pelajar, yang merasakannya secara langsung. Harusnya UNBK tidak dirubah tahun ini, karena baru berjalan satu tahun.

*Kahaba-04

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *