Tak Kunjung Diwisuda, Mahasiswa STT Bima Ngeluh

Kota Bima, Kahaba.- Sejak berdiri tahun 2009, STT Bima yang berada di Lingkungan Salama Kota Bima, hingga saat ini belum melaksanakan proses wisuda. Padahal semua jenjang program pendidikan telah dilalui.

Ilustrasi

Salah seorang mahasiswa STT Bima SH mengungkapkan kekecewaannya. Padahal dirinya angkatan pertama STT Bima yang telah menyelesaikan semua proses akademik. Namun hingga tujuh tahun berdiri, belum sekalipun ada proses wisuda.

SH pun mengaku pernah menyakan kepada pihak yayasan dan dosen setempat, kapan yudisium dan wisuda dilaksanakan. Tapi hingga saat ini belum ada kejelasan.

“Pihak kampus menjanjikan wisuda pada tahun 2013 lalu. Lalu saya tanyakan kembali pada akhir tahun 2015, kampus kembali memberikan harapan pada tahun 2016. Tapi nyatanya, menjelang akhir Desember 2016, janji itu belum terbukti,” keluhnya kepada kahaba.net, Rabu (14/12).

Menurutnya, selama proses awal kuliah hingga akhir, tidak sedikit biaya yang telah ia dikeluarkan. Jika dihitung – hitung, sudah hampir Rp 40 juta uang yang habis untuk urusan kuliah.

Sementara itu Ketua STT Bima M. Irfan yang dimintai tanggapan mengaku pihak kampus akan segera melakukan wisuda secepatnya, namun bukan dalam tahun 2016.

“Insya Allah kampus akan melaksanakan proses wisuda pada 15 Februari 2017. Kami minta mahasiswa bersabar,” pintanya.

Diakui Irfan, nanti STT Bima akan mewisuda 60 mahassiwa dari jurusan tekhnik lingkungan. Sedangkan untuk jurusan teknik sipil belum bisa diwisuda, karena masih menunggu proses banding akreditasi di BAN PT Jakarta.

Selain itu, bagi mahasiswa yang akan di wisuda, diminta untuk segera menyelesaikan seluruh proses akademik dan tunggakan pembayaran administrasi.

“Bagi mahasiswa yang belum melengkapi seluruh persyaratan dan dokumen, untuk segera melengkapi,” tegasnya.

*Kahaba-04

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *