HM Lutfi Akan Perjuangkan Penambahan Penerima Bantuan PKH

Kota Bima, Kahaba.- Penyaluran bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) tahap 4 bagi masyarakat Kota Bima, berakhir pada Jumat (16/12) untuk tiga kecamatan tersisa, yakni Mpunda, Asakota dan Rasanae Barat.

HM Lutfi saat mengawasi penyaluran bantuan PKH. Foto: Ady

Anggota DPR RI Dapil NTB, H Muhammad Lutfi kembali turun mengawasi penyaluran bantuan dari Kementerian Sosial tersebut. Lutfi berada langsung di tengah-tengah kerumunan ibu-ibu dan penerima bantuan di Kantor Pos Indonesia Cabang Bima.

Dihadapan masyarakat, Lutfi berjanji akan memperjuangkan penambahan penerima bantuan PKH untuk Rumah Tangga Sangat Miskin (RTSM) atau Keluarga Sangat Miskin (KSM) di Kota Bima pada Tahun 2017.

Pasalnya menurut Lutfi, berdasarkan aspirasi masyarakat yang diterimanya masih terdapat sejumlah RTSM tidak terdata untuk menerima bantuan tersebut. Bisa jadi, penyebabnya karena tidak terkena survey tim dari pemerintah pusat.

“InsyaAllah saya sebagai wakil bapak dan ibu di DPR akan memperjuangkan penambahan penerima bantuan PKH di Kota Bima. Sehingga nanti keluarga kita yang belum masuk bisa menerima tahun depan,” janjinya.

Lutfi berharap, bantuan yang diterima masyarakat dapat dipergunakan dengan baik untuk keperluan biaya pendidikan anak. Sehingga tidak ada lagi anak-anak yang putus sekolah hanya karena tidak memiliki biaya.

“Pemerintah sudah menjamin pendidikan bagi anak bapak dan ibu, mulai dia balita hingga tamat SMA. Maka motivasi mereka untuk semangat belajar agar menjadi generasi cerdas,” ujarnya.

Pada kesempatan ini, Lutfi juga menjelaskan bahwa tujuan PKH adalah untuk mengurangi angka dan memutus rantai kemiskinan, meningkatkan akses dan kualitas pelayanan pendidikan dan kesehatan bagi Peserta PKH,meningkatkan taraf pendidikan Peserta PKH, serta meningkatkan status kesehatan dan gizi ibu hamil (bumil), ibu nifas, bawah lima tahun (balita) dan anak prasekolah anggota RTSM atau KSM.

*Kahaba-03

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *