4 Bersaudara Lumpuh ini Rindu Umi Dinda

Kabupaten Bima, Kahaba.- Puluhan tahun lamanya, empat bersaudara di Dusun Sigi Desa Rabakodo Kecamatan Woha Kabupaten Bima yang alami lumpuh  itu sehari – hari hanya menghabiskan waktu ditempat tidur. (Baca. 4 Bersaudara di Desa Rabakodo ini Lumpuh)

Dua dari empat bersaudara lumpuh sat dijenguk pekerja media. Foto: Noval

Saat dibesuk media, empat bersaudara itu pun mengaku sudah lama mereka tidak didatangi oleh Bupati Bima Hj. Indah Dhamayanti Putri. Karena dulu saat mantan Bupati Bima, Alm. H. Ferry Zulkarnaen hidup, dua kali sebulan sering datang menjenguk dirinya dan saudaranya. Begitupun dengan isteri almarhum Umi Dinda, sering datang menjenguk dan bercanda dengan mereka.

“Jujur, kami sangat rindu dengan Umi Dinda (Bupati Bima). Kami mengharapkan beliau punya waktu untuk datang menjenguk kami lagi,” ujar Bahruddin, salah satu penderita lumpuh itu di kediamannya di Rabakodo Minggu (18/12).

Bahruddin juga mengaku, Dae Ferry dulu sering datang menjenguknya pada malam hari, datang sendiri menggunakan sepeda motor tanpa didampingi ajudannya. Bahkan sekitar sepekan sebelum meninggal dunia kata, almarhum Dae Ferry sempat datang menjenguk mereka.

“Almarhum dulu bahkan tidur bersama kami dan bercerita banyak tentang hidup. Sekarang beliau tidak ada, karena kami lumpuh dan tidak bisa kemana-mana, kami pun tidak bisa pergi melayat saat itu,” katanya.

Ia dan saudaranya, saat ini tidak bisa berbuat banyak. Apalagi mencari nafkah, untuk turun dari ranjang saja harus dibantu orang lain. Hanya uluran tangan pemerintah dan sanak saudara saja yang bisa diharapkan.

“Sekali lagi, kami sangat harapkan Umi Dinda datang menjenguk kami lagi. Kami ingin lepas rindu dan melihat Umi Dinda,” tuturnya.

*Kahaba-02

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *