Reses di Penatoi, Dewan Dapil II Serap Sejumlah Aspirasi

Kota Bima, Kahaba.- 11 Anggota DPRD Kota Bima Dapil II kembali menggelar Reses masa sidang ke-III di Kelurahan Penatoi, Selasa (20/12). Hadir juga warga Kelurahan Lewirato menyampaikan sejumlah aspirasi.

Reses DPRD Kota Bima Dapil II di Kelurahan Penatoi. Foto: Eric

Ketua DPRD Kota Bima Feri Sofiyan saat menyampaikan sambutan mengatakan, aspirasi yang disampaikan masyarakat melalui kegiatan ini akan ditampung dan diperjuangkan. Kemudian selanjutnya disampaikan pada paripurna tahun 2017 dan kepada pemerintah daerah agar dijadikan bahan evaluasi untuk ditindaklanjuti dalam bentuk kegiatan pembangunan.

“Kegiatan ini sebagai bentuk tanggungjawab kami sebagai wakil rakyat, untuk menyerap aspirasi dan merealisasikannya,” ujar Feri.

Politisi PAN ini meminta kepada masyarakat untuk memanfaatkan semaksimal mungkin kegiatan ini untuk menyampaikan kebutuhan yang bersifat kepentingan umum. Agar bisa diperjuangkan dan direalisasikan pada tahun anggaran berikutnya.

Pada sesi penyampaian aspirasi, warga Kelurahan Penatoi Burhanudin meminta agar DAM Rabasalo diperbesar dan digali kedalamannya. Karena saat hujan lebat datang, baik Kelurahan Penatoi dan Lewirato, selalu menjadi langganan banjir. Dirinya juga meminta agar gedung Serbaguna di Penatoi diperbaiki kembali, untuk kegiatan sosial kemasyarakatan.

Sementara itu warga Kelurahan Lewirato Usman Hamzah meminta dana bergulir bakulan, karena 70 persen warga setempat memiliki usaha kecil menengah. Sekaligus meminta kepada anggota dewan, agar segera membebaskan lahan disamping SMPN 1 Kota Bima, agar menjadi sarana sosial kemasyarakatan dan kegiatan olahraga.

Warga lainnya Abdul Aris, meminta anggota dewan dapat memperjuangkan hotmix jalan raya di Gatot Soebroto dan Datuk Dibanta. Mengingat akses jalan yang rusak tersebut telah lama belum diperbaiki,

“Kami meminta agar aspirasi kami diperjuangkan, karena ini menyangkut hajat hidup orang banyak,” pintanya.

Menanggapi permintaan warga, Feri berjanji agar DAM Rabasalo diperjuangkan. Meskipun itu wewenang pihak Provinsi NTB, karena ini masalah kemaslahatan umat akan dikoordinasikan agar bisa di anggarkan tahun 2017.

Untuk dana bakulan, dirinya juga berjanji akan memperjuangkan melalui dana Kelompok Usaha Bersama (Kube), dengan menganggarkan bantuannya setiap tahun melalui dinas terkait.

“Dana bergulir dan KUBe merupakan skala prioritas, kami 11 orang akan memperjuangkan agar tersalurkan kepada pedagang kecil. Sehingga modalnya dapat bermanfaat, dan membantu kelancaran ekonomi,” inginnya.

Menjawab permintaan jalan hotmix, Ketua Komisi III Alfian Indrawirawan menjelaskan, berkat komunikasi dan koordinasi yang intens dewan bersama pihak Provinsi NTB, pengerjaan jalan tersebut  menjadi skala prioritas. Setelah melakukan komunikasi, akan dikucurkan anggaran Rp 16 Miliar lebih.

Kemudian terkait pembebasan lahan, anggota dewan akan memperjuangkan hal itu. Tentunya dengan melihat alokasi anggaran, sehingga bisa diperjuangkan pada tahun 2017.

“Hampir semua masyarakat di Dapil II meminta pembebasan lahan untuk kegiatan sosial kemasyarakatan dan sarana olahraga. Untuk itu kami akan memperjuangkan dengan melihat skala prioritas dan kemampuan anggaran,” tambahnya.

*Kahaba-04

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *