Ini Informasi Perkembangan Penanganan Banjir Kota Bima

Kota Bima, Kahaba.- Penanganan banjir di Kota Bima terus dilaksanakan dengan melibatkan banyak pihak. Situasi umum sudah mulai pulih. Pasar sudah mulai beroperasi dan sebagian toko sudah buka. Jalan-jalan utama sudah mulai dibersihkan. Kegiatan pembersihan kini juga diarahkan ke wilayah-wilayah permukiman.

Jembatan roboh akibat banjir di Kota Bima. Foto: Nazam Emi (Facebook)

Plt. Kabag Humas dan Protokol Setda Kota Bima, Syahrial Nuryadin melalui siaran persnya mengatakan, dalam rapat evaluasi harian pada Selasa malam (27/12) yang dipimpin Kepala BNPB, disampaikan bahwa akses ke wilayah permukiman masih menjadi kendala kegiatan pembersihan. Untuk mengatasinya sejumlah gerobak akan dimanfaatkan untuk mengangkut sampah dari gang-gang.

Jumlah warga yang tinggal di pengungsian terus berkurang, dari 8.491 jiwa kini menjadi 6.936 jiwa. Kebutuhan makanan pengungsi di-supply oleh 17 dapur umum yang mencukupi hingga tanggal 5 Januari 2017 yang merupakan batas masa tanggap darurat.

“Pelayanan kesehatan tertangani dengan baik. Untuk menambah pos layanan kesehatan, telah dibuka Rumah Sakit Lapangan Mabes TNI di Paruga Nae Convention Hall dengan kekuatan 80 tenaga medis,” ujarnya.

Kata dia, jumlah warga yang menerima layanan kesehatan secara keseluruhan telah mencapai 12.000 jiwa. Jenis penyakit yang diderita warga umumnya adalah gatal-gatal dan luka-luka karena kena pecahan kaca atau seng. Pihak medis juga mengantisipasi penyakit ISPA, diare, dan leptosiroris (karena kotoran tikus) dan tetanus.

Aparatur pemerintah telah melakukan pembersihan di Puskesmas/fasilitas kesehatan. Dua unit Rumah Sakit juga sudah dibersihkan, yaitu PKU Muhammadiyah dan Stikes.

Pemenuhan kebutuhan perlengkapan perempuan dan anak-anak terus diupayakan untuk dipenuhi, termasuk suplai air bersih. Seragam sekolah dan buku sedang diupayakan untuk dikirim dari pusat maupun provinsi sehingga pada saat mulai sekolah tanggal 2 Januari 2017 nanti dapat tersedia.

“PLN juga sudah memperbaiki 11 dari 12 gardu listrik yang rusak. Untuk wilayah yang penerangannya masih terganggu, kebutuhan listrik disuplai dengan genset. Ada 50 genset disiapkan apabila sewaktu-waktu dibutuhkan,” paparnya.

Kemudian untuk perencanaan pengurangan resiko bencana sedang dikerjakan, antara lain seperti rencana normalisasi sungai dan drainase, serta evaluasi penataan ruang dan penghijauan. Jembatan nasional yang rusak  di Kodo – Lampe telah diatasi sementara dengan membangun jembatan darurat sehingga transportasi bisa berfungsi.

Pendataan kerusakan dan kerugian perumahan, fasos, fasum dan infrastruktur sedang dikerjakan agar pemulihan segera dapat dilaksanakan dan ditargetkan selesai pada akhir tahun 2017. Kemudian ?titik-titik penempatan Hidran Umum (HU) Kemen PU di Kota Bima sebanyak 20 unit. Untuk wilayah timur 7 unit, masing –masing di Kelurahan Rabadompu Barat 2 unit, Kelurahan Raba Dompu Timur 2 unit, Kelurahan Kodo 1 unit, di Kelurahan Dodu 2 unit.

Sementara di wilayah tengah 5 unit, masing – masing di Kelurahan Lewirato 2 unit, Kelurahan Sadia 2 Unit, Kelurahan Nae 1 unit. Di wilayah barat 8 unit masing – masing di Kelurahan Tanjung 2 unit, Kelurahan Dara 2 unit, di Kelurahan Paruga 2 Unit, dan di Kelurahan Monggonau 2 unit.

*Kahaba-01/Hum

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *