Ini Pernyataan Pemilik Toko SMA Yess

Kota Bima, Kahaba.- Dituding menaikkan harga barang secara sepihak kepada masyarakat yang membeli barang kebutuhan, saat banjir bandang melanda Kota Bima. Pemilik toko SMA Yess Hj. Ipa Suka membantah semua tudingan tersebut.

Pemilik toko SMA Yess Hj. Ipa Suka saat diwawancara Kahaba.net. Foto: Noval

“Saya berani bersumpah di atas Al Quran, tidak punya keinginan menaikkan harga barang sedikitpun. Baik sebelum, ataupun sesudah bencana banjir datang,” ujarnya kepada kahaba.net, Kamis (29/12).

Ipa menceritakan, hari Sabtu (24/12) setelah banjir reda, ada seorang ibu yang mendatangi tokonya, meminta bantuan untuk membelikan susu buat anaknya, karena sudah enam jam tidak mengkonsumsi susu bayi.

Saat ibu itu meminta, tokonya dalam keadaan tutup. Karena banyak barang yang rusak, serta listrik masih padam, sehingga tidak bisa mengoperasikan Komputer.

“Saya tidak tahu harga barang, karena komputer masih dalam keadaan mati. Sehingga saya meminta kepada ibu tersebut, agar mencari di toko lain. Tapi dia memaksa. Karena merasa kasihan, akhirnya saya mengijinkan masuk,” jelasnya.

Setelah itu, beberapa warga lain juga ikut meminta masuk untuk membeli barang. Akhirnya karena merasa iba, diizinkan masuk dan mengambil barang sesuai keinginan.

“Setelah masuk, saya meminta semua kepada pembeli untuk menyebutkan nilai barang, karena saya tidak tahu harga barang satupun. Pada akhirnya disepekati seluruh pembeli, selebihnya saya tinggal mengembalikan uang yang diberikan,” bebernya.

Ipa menjelaskan, seperti ibu yang membeli salah satu produk susu ternama. Karena dirinya tidak tahu harganya, sehingga diminta kepada pembeli untuk menyebutkan harga.

Saat membeli, kata dia, pembeli menyebutkan Rp 150 ribu setiap satu kotak susu, dan membelinya justeru dalam jumlah tiga kotak. Saat mengembalikan uang tersebut pula, tidak ada protes. Bahkan pembeli lainnyapun tidak melakukan protes, meskipun proses jual beli secara manual.

“Jadi tidak benar toko SMA Yess menaikkan harga barang secara sepihak, melainkan ada persetujuan dari pembeli,” tandasnya.

Soal teguran dan peringatan dari Dinas Koperindag Kota Bima, Ipa mengaku benar adanya. Bahkan telah menandatangi surat pernyataan secara resmi, untuk tidak menaikkan harga barang secara sepihak tanpa ada pemberitahuan dari pemerintah.

“Saya akui menandatangani surat pernyataan itu, sekaligus memberikan keterangan perihal persoalan yang ada di media sosial,” tambahnya.

*Kahaba-04

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *