Kantor SKPD Masih Bersih-Bersih, Pelayanan Lumpuh

Kabupaten Bima, Kahaba.-. Tepat tujuh hari pasca banjir bandang yang melanda Kota Bima, semua kantor SKPD Pemerintah Kabupaten Bima masih dalam kondisi tak terurus. Bagaimana tidak, banjir berkekuatan besar itu membawa lumpur pegunungan. Instansi pemerintahan pun harus digenangi air, lumpur serta barang rongsokan yang menyebabkan pelayanan lumpuh.

Kondisi Kantor BPMDes Kabupaten Bima pasca banjir. Foto: Noval

Pantauan Kahaba, di Kantor BPMDes, Pertanian, Pertambangan, Pekerjaan Umum, Dikpora, bahkan di Kantor Bupati Bima terlihat para petugas tengah bekerja membersihkan sisa lumpur dan tumpukan berkas.

Lumpur setinggi mata kaki yang berserakan didalam ruangan dan halaman kantor membuat para petugas kelelahan. Belum lagi, air untuk menyiram lumpur yang banyak itu kurang.

Seperti yang terlihat juga di Kantor Bupati Bima siang tadi, banyak barang-barang seperti kursi dan meja berserakan dihalaman. Ada yang dibersihkan dan ada juga sebagian barang yang tengah dijemur.

Asrul, salah satu petugas pembersihan di Kantor BPMDes mengaku, sudah beberapa hari pihaknya membersihkan kantor setempat. Tumpukan lumpur dalam kantor itu sangat banyak, pihaknya pun harus kerja ekstra membersihkannya.

Meski jumlah orang yang membersihkan belasan orang, tetap saja tidak bisa diselesaikan dalam waktu sehari.

“Sebelum membersihkan lumpur, kami terlebih dahulu harus mengangkat berkas dan meja keluar ruangan,” katanya, ,”ungkapnya, Kamis (29/12).

Berkas yang harus diselamatkan dan harus dibuang, harus dipisahkan. Karena banyak dokumen penting.

“Semoga saja pembersihan ini cepat selesai dan pelayanan kepada masyarakat bisa segera dilakukan,” harapnya.

*Kahaba-02

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *