Pasca Banjir, Kawasan Ule Jadi Tempat Sampah

Kota Bima, Kahaba.- Pasca banjir bandang di Kota Bima, tumpukan sampah dan lumpur menjamur dimana-mana. Seperti di kawasan Ule, tempat itu seolah jadi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sampah.

Jalur Ule jadi tempat sampah. Foto: Noval

Pantauan Kahaba, seperti yang terlihat disebelah selatan Bima Tirta, tepatnya di jalan raya menuju Kelurahan Kolo Kecamatan Asakota. Sejak beberapa hari terakhir warga lebih memilih membuang sampah di kawasan setempat, karena tidak tahu lagi harus membuang sampah kemana.

Tidak hanya sampah berupa plastik, bekas lemari, dan kotoran hewan yang dibuang warga, lumpur sisa banjir pun juga dibuang di lokasi tersebut. Belum lagi, sampah yang dibuang itu dibakar hingga mengeluarkan asap dan bau tak sedap.

Kawasan pariwisata Kota Bima itu, saat ini memang harus menanggung resiko dibalik banjir yang melululantahkan Kota Tepian Air itu. Tidak hanya dibuang dari sisi jalan satu, tapi di dua sisi jalan setempat menjadi lahan untuk warga membuang sampah.

Pengendara yang melintas dikawasan tersebut juga harus menutup hidung karena tidak tahan dengan bau sampah. Terlihat juga, di kawasan setempat, beberapa pemulung cilik dan dewasa memilah sampah.

Ijman warga Kolo mengaku, sebenarnya sangat terganggu jika melintasi jalan tersebut, karena terus menghirup bau busuk sampah yang dibuang warga.

“Sampahnya menumpuk dan bau sekali,” ungkapnya, Senin (2/1).

Dia berharap, agar Dinas kebersihan Kota Bima bisa membersihkan kawasan pariwisata dari sampah yang dibuang warga tersebut.

“Kami paham dan mengerti kondisi Kota Bima saat ini, tapi kalau bisa sampah jangan dibuang seperti ini. Apalagi Ule kawasan pariwisata,” harapnya.

*Kahaba-02

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *