Sekolah Pasca Banjir, Kehadiran Siswa di SMKN 1 Minim

Kota Bima, Kahaba.- Pasca anjir bandang yang menerjang Kota Bima akhir Desember lalu, proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di beberapa sekolah masih berjalan belum maksimal. Seperti yang juga terlihat di SMKN 1 Kota Bima, Selasa (3/1). Saat hari pertama masuk sekolah, banyak siswa yang belum masuk.

Wakil Walikota Bima tinjau KBM di SMKN 1 KOta Bima pasca banjir. Foto: Eric

“Hari pertama KBM belum maksimal, mengingat tingkat kehadiran siswa mencapai 40 persen saja. Proses belajar hanya dilaksanakan di beberapa kelas saja,” ujar Kepala SMKN 1 Kota Bima H. Muhtar.

Ia pun memaklumi tingkat kehadiran pelajar yang minim tersebut. Karena sebagian besarnya juga turut menjadi korban banjir bandang. Kendai demikian, KBM tetap berjalan meski hanya diikuti sebagian siswa.

Muhtar mengungkapkan, meskipun KBM telah dimulai. Pihaknya bersama jajaran pegawai mengucapkan terimakasih kepada TNI dan relawan lain yang membantu membersihkan lingkungan sekolah selama tiga hari. Ruangan dan halaman sekolah, telah tampak bersih dan rapi.

Dia juga mengaku saat proses KBM hari pertama, Wakil Walikota Bima H. Arahman H. Abidin sempat berkunjung ke sekolahnya. Wakil Walikota Bima juga mengerti karena banyak pelajar yang ikut menjadi korban banjir.

“Bapak Wakil Walikota memyempatkan melihat langsung proses KBM, juga mengunjungi ruang perpustakaan,” imbuh pria yang telah menamatkan pendidikan strata dua itu.

Muhtar berharap, dalam enam hari kedepan KBM diharapkan berjalan maksimal dengan tingkat kehadiran siswa mencapai 100 persen. Saat ini pihaknya juga tengah mendata jumlah siswa yang menjadi korban banjir, agar bisa diinformasikan untuk masuk sekolah kembali.

“Tidak hanya itu kami Juga akan usulkan siswa korban banjir untuk menerima bantuan seragam dan perlengkapan sekolah dari Kemendikbud,” tambahnya.

*Kahaba-04

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *