Seperti Ini Perkembangan Terbaru Penanganan Banjir Kota Bima

Kota Bima, Kahaba.- Pemerintah Kota Bima menyampaikan sejumlah perkembangan terbaru tentang penanganan banjir di Kota Bima. Seperti kebersihan, pendidikan, kesehatan, perlindungan pengungsian dan logistik.

Kondisi Kota Bima pasca banjir. Foto: Hum

Plt. Kabag Humas dan Protokol Setda Kota Bima Syahrial Nuryadin melalui siaran persnya mengatakan, untuk aspek pendidikan, masih ada yang membutuhkan penangan khusus antara lain di SDN 55, MTs Padolo, SMA 4 dan SMP 8.

“Untuk puskesmas yang belum bersih tinggal Puskesmas Paruga,” sebutnya, Rabu (4/1).

Pada wilayah permukiman diakuinya, hingga Selasa (3/1) sampah terangkut sudah 65 persen. Permasalahan yang dihadapi adalah daya tampung TPS di belakang SPBU Ama Hami.

“Kendala ini sudah ditemukan solusinya, yaitu TPS di sebelah selatan Wadu Mbolo,” katanya.

Diakuinya, akibat hujan deras hari Senin (2/1) menyebabkan banjir dibeberapa kawasan. Ada pelajar yang kembali terdampak, sehingga sedikit mengganggu kelancaran mereka mengikuti kegiatan belajar mengajar (KBM).

Sementara rencana aksi diaspek pendidikan untuk hari Rabu (4/1), bekerjasama dengan masyarakat dan guru-guru untuk membantu kegiatan pembersihan sekolah-sekolah. Menuntaskan kegiatan pembersihan sekolah. Meneruskan pendataan infrastruktur pendidikan yang rusak agar bisa segera diajukan permohonan bantuan ke Pemerintah Pusat.

Kemudian untuk rencana aksi aspek kebersihan, untuk hari Rabu (4/1), pembersihan Pasar Raya lama untuk memulihkan aktivitas perekonomian masyarakat. Lalu pembersihan sekolah-sekolah yang belum tuntas.

Pada aspek kesehatan, Ryan memaparkan, persiapan obat masih cukup. Pada hari Selasa (3/1) ada 1.158 pelayanan kesehatan yang diberikan (9 pasien menjalani rawat inap). Bidang Promkes sudah mulai melakukan sosialisasi dibeberapa tempat, disertai pembagian masker

Aspek kesehatan bekerjasama dengan tim relawan Universitas Indonesia dalam melakukan trauma healing. Kaporisasi sudah dilakukan di 3.270 rumah (dari 15.900 rumah terdampak). Kemudian untuk kendala, kekurangan alat dan bahan desinfektan.

“Rencana aksi diaspek kesehatan untuk hari Rabu (4/1) yakni Fogging diutamakan di daerah yang ada indikasi Demam Berdarah. Menyusun rencana kebutuhan peralatan dan obat-obatan, agar bisa diupayakan meminta bantuan dari Provinsi dan Pusat,” jelasnya.

Lalu pada aspek perlindungan pengungsi, hingga Selasa (3/1), posko pengungsian masih ada 9 titik dengan jumlah pengungsi lebih kurang 900 pengungsi. Akan ada bantuan dari Kemensos yang akan didistribusikan hari Rabu 4 Januari 2017 berupa makanan kalengan, perlengkapan selimut dan lain-lain.

Rencana aksi pada aspek ini pada hari Rabu (4/1), mendata ulang jumlah pengungsi disetiap posko pengungsian. Mengecek kebutuhan di tiap posko pengungsian, kemudian melakukan koordinasi dengan aspek logistik untuk pemenuhan kebutuhan tersebut.

Kemudian yang terakhir pada aspek logistik, tambah Ryan, stok kebutuhan pokok masih cukup. Dapur umum sudah banyak yang tutup sehingga pengambilan logistik sudah banyak berkurang.

Lalu, ada beberapa ponpes dan sekolah yang mengajukan permintaan bantuan dan sudah dilayani. Ada beberapa LSM yang menawarkan diri untuk distribusi logistik.

*Kahaba-01/Hum

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *