Ini Aspirasi Warga Asakota Saat Reses Dewan Dapil I

Kota Bima, Kahaba.- DPRD Kota Bima menggelar sidang paripurna penyampaian hasil reses masa sidang III tahun 2016, Rabu (4/1). Anggota DPRD Kota Bima Dapil I Kecamatan Asakota menyampaikan sejumlah aspirasi warga yang diserap selama reses.

Rapat Paripurna DPRD Kota Bima. Foto: BinParipurna

Hj. Anggriani saat menyampaikan laporan menyebutkan, di Kelurahan Kolo warga meminta bantuan rompong kepada untuk nelayan, percetakan sawah baru, pembukaan jalan usaha tani, rabatnisasi gang dan drainase lingkungan RT 11 Kelurahan Kolo, pengadaan bangunan Posyandu, pengadaan tong sampah sepanjang Pantai Kolo.

Kemudian, lanjutan pembuatan talud di RT 10 Lingkungan Kolo, hotmix gang lingkungan Bonto, pembuatan pembatas jalan pada tikungan tanjakan PLN Tenaga Surya di Bonto, penambahan tenaga medis untuk Puskesmas Kolo sebanyak 20 orang, karena tenaga yang ada sekarang hanya 3 orang (PNS).

Di Kelurahan Jatiwangi sambungnya, warga meminta perbaikan tanggul yang jebol di Lingkungan Tolotongga 100 Meter, pembebasan lahan untuk lapangan sepakbola di lingkungan Kedo yang diperuntukan bagi Kelurahan Melayu dan Kelurahan Jatiwangi. Normalisasi drainase jalan Datuk Dibanta RT  01 – RT 03 lingkungan Jatiwangi.

“Warga juga meminta hotmix jalan dari jembatan Gudang Garam (perbatasan) Asakota dengan Rasanae Barat sampai cabang Tolotongga termasuk drainase dan lampu jalan,” sebutnya.

Tidak hanya itu, warga setempa meminta lanjutan hotmix jalan ke Nggaro Te, rabatnisasi dan drainase jalan lingkungan Pelita RT 09 RW 04, pembebasan lahan 2 are untuk lanjutan gang buntu lingkungan Tolotongga, lanjutan hotmix jalan lingkungan Lewi Jambu di sebelah timur Ex Kantor Kapolsek Asakota.

Untuk Kelurahan Jatibaru, warga meminta pembuatan talud dan bronjongnisasi sungai lingkungan Lela 200 Meter di RT 02, pembuatan Talud dan bronjongnisasi bibir sungai di RT 04 dan RT 07 (belakang Kantor Lurah Jatibaru). Rehab Kantor Kelurahan Jatibaru, pengaspalan jalan masuk ke kampung Tolo RT 02 Kelurahan Jatibaru 200 Meter. Pembuatan jembatan yang menghubungkan RT 01 dan RT 09 (Sebelah utara SPMA).

Kemudian, drainase sepanjang jalan Datuk Dibanta dari Lingkungan Lela sampai lingkungan Rasabou Kelurahan Jatibaru, pemagaran lapangan perjuangan lingkungan lela, pembuatan talud untuk lingkungan  RT 27 dan RT 28, peningkatan jalan lingkar Spaga II sampai dengan lingkungan Lela, pembuatan talud di lingkungan Spaga dan Rasa Lewi, pemekaran wilayah Jatibaru segera direalisasikan.

Pada Kelurahan Melayu lanjut duta PBB itu, hotmix gang samping SDN 1 Kota Bima Lingkungan Benteng dan jalan sebelah utaranya Masjid Uswatun Hasanah 60 meter, normalisasi gorong-gorong di perempatan jalan sebelah selatan masjid Uswatun Hasanah, rehab langgar kuno yang merupakan salah satu cagar budaya di kelurahan melayu, pemasangan lampu jalan didepan SDN 1 Kota Bima. Pemberian bantuan rombong bagi penjual bakulan, normalisasi got di jalan lumba-lumba.

“Warga juga meminta mobil sampah, supaya beroperasi kembali di Kelurahan Melayu. Kemudian hotmix jalan lingkungan di samping pabrik es lingkungan Pali. Pembangunan jembatan gantung yang menghubungkan Pali I dan Pali II dan pemasangan lampu jalan di jalan Diponegoro Kelurahan Melayu,” paparnya.

*Kahaba-01

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *