Waspada Badai Tropis, Ini Analisa BMKG

Kota Bima, Kahaba.- Kepala Badang Meteorologi, Klimatalogi dan Geofisika (BMKG) Bima, Daryatno mengatakan, apabila melihat pola angin dan pola tekanan rendah di selatan Nusa Tenggara dan sekitar Darwin Australia saat ini, maka ada kecenderungan dan potensi tumbuh badai tropis atau siklon tropis. (Baca. BMKG Prediksi Curah Hujan di Bima Tinggi Hingga Maret)

Analisis Tekanan Udara Permukaan Air Laut. Foto: Sumber BMKG Bima

“Pola ini terjadi secara fluktuatif dan akan bertahan sekitar tiga bulan ke depan selama monson barat berlangsung,” jelas Daryatno, Rabu siang.

Menurutnya, yang perlu dipikirkan pemerintah dan masyarakat perlu ada tindakan secara langsung, nyata dan cepat dalam mengantisipasi apabila terjadi hujan dengan intensitas tinggi. Sebab, bisa saja ancaman banjir bandang terulang kembali.

Daryatno memaparkan, siklon tropis merupakan badai dengan kekuatan besar. Radius rata-rata siklon tropis mencapai 150 hingga 200 Kilometer (km). Siklon ini terbentuk diatas lautan luas yang umumnya mempunyai suhu permukaan air laut hangat, lebih dari 26,5 derajat.

Angin kencang yang berputar didekat pusatnya lanjut dia, mempunyai kecepatan lebih dari 63 km/jam. Secara teknis, siklon tropis didefinisikan sebagai sistem tekanan rendah non-frontal yang berskala sinoptik dan tumbuh diatas perairan hangat dengan wilayah perawanan konvektif.

“Kecepatan angin maksimum setidaknya mencapai 34 knot pada lebih dari setengah wilayah yang melingkari pusatnya,” Daryatno menjelaskan.

Seperti yang terjadi pada saat banjir bandang di Kota Bima pada Rabu (21/12) dan Jumat (23/12) lalu terlihat ada tumbuh dua siklon tropis di wilayah Philipina dan wilayah selatan Bali-Nusra. Bencana besar yang disebabkan oleh faktor alam antara lain, gempa bumi, gunung meletus, badai tropis/siklon tropis.

*Kahaba-03

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *