Lahan dan Hutan di Bima akan Direhabilitasi

Kota Bima, Kahaba.- Direktur Jenderal Pengendalian DAS dan Hutan Lindung (PDASHL) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Hilman Nugroho memimpin rapat penanganan DAS Sari di ruang rapat Walikota Bima, pasca banjir yang menerjang Kota dan Kabupaten Bima, Kamis (5/1).  (Baca. Dirjen PDASHL Paparkan Penyebab Banjir Bima)

Rapat penanganan DAS Sari di ruang rapat Walikota Bima. Foto: Hum

Rapat diikuti oleh Walikota Bima HM. Qurais H. Abidin dan Wakil Bupati Bima H. Dahlan M. Noer. Hadir Plt. Sekda Kota Bima, Sekda Kabupaten Bima, perwakilan Dinas Kehutanan Provinsi NTB, serta pimpinan SKPD terkait lingkup Pemerintah Kota dan Kabupaten Bima.

“Sesuai arahan Dirjen PDASHL, rapat tersebut menyepakati rencana kegiatan Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RHL) untuk dilaksanakan di Kota Bima dan Kabupaten Bima,” ujar Plt. Kabag Humas dan Protokol, Syahrial Nuryadin melalui siaran persnya.

Ryan juga menyebutkan rincian poin rapat tersebut seperti, di Kota Bima, pada wilayah Kecamatan Rasanae Timur, agroforestrya atau hutan rakyat seluas 1.000 ha, DAM atau tanggul penahan sebanyak 25 unit, dan sumur resapan sebanyak 200 unit.

Di Kecamatan Raba, agroforestry atau hutan rakyat seluas 1.175 ha, DAM atau tanggul penahan sebanyak 25 unit, dan sumur resapan sebanyak 200 unit.

Pada Kecamatan Asakota, agroforestry atau hutan rakyat seluas 25 ha, DAM atau tanggul penahan sebanyak 25 unit, dan sumur resapan sebanyak 150 unit.

Untuk wilayah Kabupaten Bima, di Kecamatan Lambitu, agroforestry atau hutan rakyat seluas 90 ha, DAM atau tanggul penahan sebanyak 25 unit, dan gully plug sebanyak 150 unit.

Di Kecamatan Wawo, RHL konvensional seluas 100 ha, agroforestry atau hutan rakyat seluas 3.710 ha, DAM atau tanggul penahan sebanyak 50 unit, dan gully plug sebanyak 150 unit.

*Kahaba-01/Hum

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *