Uang Rp 500 Ribu Jadi Masalah, Puluhan IRT ini Protes

Kota Bima, Kahaba.- Mendapat perlakuan berbeda dengan warga lainnya, puluhan Ibu Rumah Tangga (IRT) mendatangi Kantor Walikota Bima, Jumat (6/1). Kehadiran mereka ingin bertemu langsung dengan Sekda Kota Bima, meminta penjelasan dan kebijakan soal uang bantuan Rp 500 ribu untuk korban banjir.

IRT asal Dara saat mengadu ke Kantor Walikota Bima. Foto: Eric

“Aneh saja, kami warga Kelurahan Dara RT 03 RW 01 tidak diberikan bantuan dana kebersihan itu. Padahal rumah kami dipinggir kali, dan terendam banjir mencapai tiga meter,” ujar Rafiah isteri dari Ramli Zakariah itu kepada kahaba.net, Jumat (6/1).

Selain dirinya, ada 30 keluarga lainnya belum menerima bantuan itu. Mereka pun menanyakan kepada RT dan RW setempat, namun belum mendapatkan jawaban yang memuaskan.

“Kami sudah mencoba menanyakan, tapi tidak ada kepastian,” tuturnya.

Karena tidak ada kejelasan tersebut, bersama warga lainnya ia sepakat mendatangi Kantor Walikota Bima. Dengan tujuan bertemu Sekda, dan meminta keadilan dan kebijakan.

“Kami ingin ada pemerataan, dan adil. Kami juga korban banjir,” tegasnya.

Sementara itu Lurah Dara Bukhari yang dimintai tanggapan mengaku akan segera memanggil kembali ketua RT dan RW setempat, untuk meminta keterangan dan mengecek nama warga.

“Aspirasi warga kita tampung dulu, kemudian kita akan cek kembali,” katanya.

Untuk itu, ia meminta bersabar. Karena apa yang terjadi, bisa saja karena miskomunikasi antara RT dan RW.

“Saya juga akan melaporkan kepada Sekda, serta meminta jalan keluar. Sehingga warga yang menjadi korban turut mendapatkan bantuan dari pemerintah,” tambahnya.

*Kahaba-04

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *