7 Rumah Kena Banjir, Lurah Ini Malah Lapor Semua Warga Terdampak Banjir

Kota Bima, Kahaba.- Padahal berdasarkan data posko induk kantor Walikota Bima Kelurahan Matakando hanya terkena dampak banjir sebanyak 7 rumah. Namun kenyataannya lurah setempat malah melaporkan semua warganya menjadi korban banjir.

Kondisi Kota Bima pasca banjir. Foto: Hum

Lebih mirisnya lagi, setelah mendapatkan bantuan uang kebersihan Rp 500 ribu, pihak kelurahan memotong dengan alasan pemerataan, agar korban banjir lainnya turut mendapatkan bantuan.

“Baru kali ini warga tidak terlalu terkena dampak banjir, namun pihak kelurahan malah mendata seluruh warga sebagai korban banjir,” ujar warga Bobi kepada kahaba.net, Sabtu (7/1).

Setelah mendata kemudian mengajukan ke pemerintah untuk mendapatkan bantuan, setelah dikucurkan ke masyarakat langsung disunat dengan alasan tidak pasti.

“Di lingkungan kami dipotong masing-masing Rp 50 ribu, dengan alasan pemerataan dengan lingkungan yang lain. Pemerintahan kelurahan bersama ketua RW berjanji akan mengembalikan, pada tahap pencairan berikut,” tuturnya.

Dengan adanya kejanggalan itu, warga yang merasa dirugikan berjanji bersama warga lain untuk melaporkan kepada Pemerintah Kota Bima, untuk ditinjau kembali status kelurahan Matakando.

“Harus dicek kembali, apakah kami termasuk kelurahan yang berdampak besar kerugian banjir bandang kemarin. Sekaligus memanggil lurah, untuk mempertanyakan pemotongan uang Rp 50 ribu,” bebernya.

Sementara itu Lurah Matakando R. Irwan yang terus dihubungi via seluler maupun sms, hingga berita ini dinaikkan belum memberikan tanggapan.

*Kahaba-04

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.
  1. aries

    ada 2 teman sy yg ngekos di depan puskemas paruga, barang_barangnua semua hanyut terbawa banjir, diperkirakan kerugian 30 juta, malah tidak dpt bantuan, yg dpt cmn ibu kos…gimana pendataannya…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *