Terkumpul Uang Rp 277 Juta, KEPMA Bima – Yogyakarta Bantu Korban Banjir

Kota Bima, Kahaba.- Banjir bandang yang meluluhlantakkan Kota Bima dan sebagian wilayah Kabupaten Bima memantik semua orang untuk bergerak menyalurkan bantuan. Tak ketinggalan Keluarga Pelajar dan Mahasiswa (KEPMA) Bima Yogyakarta. Sebagai bentuk keprihatinan, anak-anak muda itu menunjukan kepeduliannya untuk daerah kelahiran.

Foto bersama Tim di Posko Talabiu KEPMA Bima Yogyakarta. Foto: Dok. KEPMA Bima Yogyakarta

Koordinator Umum Tim Tanggap Darurat Bencana KEPMA Bima-Yogyakarta M. Fatoni mengatakan, hingga hari ke-14 pasca bencana banjir bandang, KEPMA masih konsisten mendistribusikan bantuan secara langsung ke masyarakat korban terdampak banjir.

“Hasil penggalangan dana dari masyarakat Bima yang ada di Yogyakarta yang tergabung dalam satu platform organisasi KEPMA Bima-Yogyakarta pertanggal 6 Januari 2017, terkumpul uang sejumlah Rp 277.832.000,” sebutnya.

Kata dia, memanfaatkan jumlah uang yang terbilang banyak tersebut, pihaknya menetapkan Posko Tanggap Darurat Bencana Banjir Bandang Bima KEPMA Bima-Yogyakarta di Talabiu yakni di kediaman salah satu alumni mahasiswa Yogyakarta Jia Julaikhaningsih dan bendahara posko juga merupakan demisioner pengurus KEPMA Bima Yogyakarta yakni Agustinasari.

Bantuan oleh Tim Posko Talabiu telah disalurkan sejak hari pertama pasca banjir kedua yakni tanggal 24 Desember 2016 sampai pada tanggal 6 Januari 2017. Adapun sasaran penyaluran bantuan seperti di Kelurahan Kumbe, Kodo, Lela dan Dodu, Sadia, Manggemaci, Monggonao, Bedi,  Lewirato, Lewi Jambu, Penatoi, Santi, Karara.

Kemudian di Kelurahan Rabangodu Barat, Rabangodu Timur, Rabangodu Selatan, Rabangodu utara, Penaraga, Kendo, Penana’e, Ntobo,  Dara, Paruga kampo sigi, Tanjung, Sarae, Pane, Kampo Na’e, Melayu, Tolobali, Jatiwangi, Ranggo, Salama, Mekar baru. Sementara diwilayah Kabupaten Bima yakni di Kecamatan Wawo dan Ambalawi.

“Dari semua kelurahan dan desa yang telah didistribusikan bantuan ini masih tidak merata, karena luas wilayah yang terkena dampak parah sangat besar dan masyarakat korban bencana banjir yang mencapai puluhan ribu,” katanya.

Diakui Fatoni, sumbangan dan bantuan dari KEPMA Bima-Yogyakarta melalui posko Talabiu yang melibatkan alumni-alumni mahasiswa dari Yogyakarta, membagi kriteria bantuan yakni sembako, pakaian layak pakai, sektor pendidikan, kesehatan dan agama.

Sejauh ini, bantuan yang berhasil didistrubusikan yakni sembako, pakaian layak pakai, bidang kesehatan bekerjasama dengan Puskesmas Bolo. Sedangkan bidang pendidikan dan agama belum disalurkan karena masih mempioritaskan kebutuhan sembako.

Ia juga menyebutkan, pendistribusian bantuan sembako ke wilayah-wilayah terdampak banjir antara lain beras 5 ton, nasi bungkus sampai 3 hari pasca banjir, air minum, obat-obatan, mie Instan, minyak kayu putih, lilin, korek, selimut bayi, selimut dewasa, sarung, pakaian dalam dan sejumlah kebutuhan lain.

Fatoni menambahkan, KEPMA Bima-Yogyakarta dalam pelaksanaan bantuan melibatkan unsur-unsur lain. Kebijakan ini diambil berdasarkan kebutuhan tenaga lapangan Tim Posko Talabiu yang kekurangan personil, sehingga untuk memperlancar pendistribusian bantuan harus bersinergi dengan kelompok-kelompok oragnisasi lain.

Seperti alumni mahasiswa Bima Yogyakarta, OSIS SMA 1 Bolo, alumni SMA 1 Bolo angkatan 2009, Sanggar Mangge Ncuhi Baralau, Mahasiswa Vokasi Unram, Ikatan Remaja Masjid As-Su’ada (IRMAS) Desa Rasabou Kecamatan Bolo, Puskesmas Bolo, Persatuan Perawat Indonesia (PPI) Kabupaten Bima, Serikat Guru Indoneseia (SGI) Kabupaten Bima.

*Kahaba-01

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *