Data Posko Induk, Kelurahan Matakando tidak Terdampak Banjir

Kota Bima, Kahaba.- Pada data Posko Induk berdasarkan rumah terdampak banjir bandang Rabu dan Jumat (21-23/12), ternyata Kelurahan Matakando tidak terdampak akan banjir. (Baca. 7 Rumah Kena Banjir, Lurah Ini Malah Lapor Semua Warga Terdampak Banjir)

Data Kelurahan Terdampak Banjir. Foto: Eric

Dari tabel posko induk, Kelurahan tersebut tidak terdampak kerugian banjir bandang. Data kerusakan rumah penduduk, mulai dari kategori hanyut, rusak berat, rusak sedang maupun ringan,  tidak tercatat. (Baca. Plt. Sekda Panggil Lurah Manipulasi Data Korban Banjir)

“Data yang kami miliki sangat valid, karena berdasarkan hasil pantauan langsung TNI yang berada dilapangan. Juga ditambah dari data BPBD Kota Bima,” ujar perwakilan Posko Induk di Kantor Walikota Bima, Chandra kepada kahaba.net, Minggu (8/1).

Selain Kelurahan Matakando, ada kelurahan lain yang dinyatakan tidak berdampak banjir. Seperti Kelurahan Oi Fo’o, Nungga, Lelamase, Panggi, Nitu, Rabangodu Utara, Rite dan Kolo.

“Semua data yang telah ada itu juga telah dikoordinasikan dan dicek dengan pihak kelurahan masing-masing,” ungkapnya.

Menurut Chandra, akan aneh bila Lurah Matakando justeru melaporkan warganya terdampak banjir bandang. Padahal setelah kejadian, telah melakukan cek langsung di lapangan, bahwa tidak ada rumah warga yang terkena dampak.

“Baru kali ini ada lurah yang memberikan data tidak ada warga yang terkena dampak banjir, tapi justeru melaporkan kembali warga yang akan memperoleh bantuan dana kebersihan Rp 500 ribu,” bebernya.

Untuk itu, agar ini tidak menimbulkan masalah. Posko induk akan kembali berkoordinasi dengan instansi terkait, untuk kembali cek di Kelurahan Matakando.

*Kahaba-04

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

1 komentar

  1. nursidah

    mental pejabat yg korup, kenapa masih di pakai ? sementara di salama sj warga yg terlewat data belum dapat apa2,… manfaatin dana darurat bencana, tdk takut di laknat ALLAH,SWT ????

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *