Soal Dampak Banjir, Warga Matakando dan Posko Induk Beda Pendapat

Kota Bima, Kahaba.- Puluhan warga Kelurahan Matakando yang berada di lingkungan Rabantala dan Soncolela mengaku jadi korban banjir bandang Rabu dan Jumat (21-23/12). Bahkan beberapa orang warga menunjukkan bukti foto-foto terdampak banjir. Namun pada data pada Posko Induk, Kelurahan Matakando tidak terdampak akan banjir. (Baca. Di Posko Induk, Kelurahan Matakando tidak Terdampak Banjir)

Warga Kelurahan Matakando. Foto: Eric

Salah seorang warga RT 06 RW 03 Lingkungan Rabantala Kelurahan Matakando Subhan mengaku jika mereka korban banjir. Rumah terendam banjir hampir mencapai satu meter. Bahkan akibat musibah itu, gabah kering 8 karung dan beras 300 kilogram turut terendam banjir.

“Saya juga mengalami kerugian yang tidak sedikit,” ujarnya saat duduk bersama sejumlah ketua RT dan RW, warga dan Camat Mpunda, Minggu (8/1).

Hal senada diungkapkan Ketua RT 6 bersama Ketua RW 6 Tasrif dan M. Sahid. Kata mereka banjir bandang yang menerjang Kota Bima Desember lalu meninggalkan dampak besar. Selain halaman rumah terendam dan meninggalkan lumpur, barang elektronik juga banyak yang rusak.

“Kami ini memang menjadi korban banjir, dan telah melaporkan kepada aparat kelurahan setempat,” ungkapnya.

Bahkan M. Sahid mengaku berdasarkan pantauannya, ada sekitar ratusan rumah terendam banjir. Hanya saja, selama banjir tidak pernah ada pihak Kelurahan yang berkoordinasi dengan RT RW mengenai data rumah yang terendam banjir.

“Kami kaget tiba – tiba saja ada pembagian uang untuk warga,” katanya.

Kemudian terkait adanya informasi adanya pemotongan Rp 50 ribu juga dibantah oleh ketua RT dan RW, karena sudah membagikan sesuai anggaran yang dikucurkan.

“Tidak benar adanya pemotongan itu,” bebernya.

Ditempat yang sama Camat Mpunda Arifin yang dimintai tanggapan mengaku akan turun lapangan guna mengecek informasi yang beredar.

“Saya akan panggil Lurah bersama RT dan RW untuk cek bersama data korban banjir,” tegasnya.

Sementar itu. Lurah Matakando yang beberapa kali dihubungi oleh Ketua RT dan RW yang hadir, warga dan Camat Mpunda Via celuller, tetap tidak mengangkat Hanphone dan memberi jawaban.

*Kahaba-04

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *