Tidak Dapat Bantuan Rp 500 Ribu, Warga Jatiwangi Ngamuk

Kota Bima, Kahaba.- Karena tidak dapat bantuan dana sebesar Rp 500 ribu,  puluhan warga Lingkungan Jatiwangi Kelurahan Jatiwangi datang dan mengamuk di kantor kelurahan setempat, Senin (9/1). Warga meminta keadilan agar bisa mendapatkan bantuan tersebut.

Warga Jatiwangi saat mendatangi kantor Lurah Jatiwangi. Foto: Deno

Fatuhraman pemuda Jatiwangi mengatakan, data awal dari RT dan RW sebanyak 45 rumah. Sedangkan yang terdampak banjir di Lingkungan Jatiwangi hampir mencapai 80 persen. Sementara bantuan sebesar Rp 500 ribu hanya untuk rumah yang terdata saja, lalu warga lain tidak mendpat bantuan sama sekali.

“Meski pihak terkait sudah mendata ulang, tapi sampai hari ini bantuan itu belum kunjung disalurkan,” sorotnya.

Demikian juga disampaikan Nurhaedah dan Nurbaiti. Mereka sangat menyesalkan cara pendataan, karena warga yang tergenang banjir justeru tidka didata sedetail mungkin. Yang lebih aneh, ada semumlah warga yang sudah didata, namun belum juga terima bantuan.

“Kami tidak akan tinggal diam. Kami tidak akan meninggalkan kantor kelurahan kalau kami belum juga terima bantuan tersebut,” ancamnya.

Ketua RT 1 Yusuf dan Ketua RT 4  Tamrin membenarkan hanya mendata 45 orang warga yang terdampak banjir. Mereka mengira, pendataan tersebut hanya mendapatkan bantuan sembako, tapi setelah tiga hari adanya kabar akan ada bantuan pembersihan rumah sebanyak Rp 500 ribu, mereka langsung mendata kembali semua warga yang terkena banjir.

“Kami sudah mendapat arahan dari pihak pemerintah kalau warga yang belum didata ulang. Hasil data ulang, sudah kami ajukan. Tapi sampai hari ini belum dicairkan,” tutur mereka.

Sementara itu Kepala Kelurahan Jatiwangi Muhammad saat didatangi warga tidak berada di kantor. Salah seorang staf kelurahan yang tidak mau namanya disebutkan mengaku jika lurah sedang berada di kantor Walikota Bima.

“Pak lurah sedang berada di kantor Walikota. Kemungkinan beliau lagi membahas persoalan ini di sana,” jelasnya.

*Kahaba-05

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *