PGRI NTB Bantu Korban Banjir

Kota Bima, Kahaba.- Banjir bandang yang melanda Kota Bima meninggalkan dampak yang sangat besar bagi masyarakat, tanpa terkecuali dunia pendidikan. Hampir 80 persen sekolah rusak. Demikian pula pelajar, juga harus kehilangan alat perlengkapan sekolah.

Ketua PGRI Kota Bima H. Sudirman H. Ismail saat menyerahkan bantuan pendidikan kepada perwakilan Kepala Sekolah, yang turut disaksikan Ketua PGRI NTB. Foto: Eric

Turut meringankan duka yang dialami sekolah dan pelajar, PGRI NTB menyalurkan sejumlah bantuan, Rabu (11/1).

“Bantuan ini bersumber dari dana bergerak PGRI se-Indonesia sebanyak Rp 247 juta. Diserahkan dalam bentuk barang yakni sebanyak 1.362 paket bantuan pendidikan kepada 750 SD, 350 SMPN, dan 262 SMA sederajat,” ujar Ketua PGRI NTB HM. Ali H. Arahim.

Diakuinya, sistem penyaluran bantuan menggunakan dua metode. Pertama dengan menyerahkan langsung di posko induk Kantor Walikota Bima, berupa pakaian layak. Serta penyerahan kepada sekolah yang terdampak banjir, di kantor PGRI Kota Bima.

Khusus bantuan yang ada di kantor PGRI, jenis yang disalurkan berupa tas, baju seragam, dasi, topi, alat tulis dan buku. Sistemnya pun diserahkan kepada perwakilan sekolah, dan juga dihadiri siswa.

“Paket alat tulis dan perlengkapan sekolah untuk memenuhi kebutuhan anak-anak sekolah yang menjadi korban banjir. Mudah-mudahan para pelajar secepatnya bisa beraktifitas, dan bisa sekolah kembali,” harapnya.

Sementara itu Ketua PGRI Kota Bima H. Sudirman H. Ismail menuturkan, pasca banjir terjadi kegiatan Belajar Mengajar (KBM) hampir tidak berjalan lancar, karena banyak siswa yang seragam dan perlengkapan sekolahnya hanyut terbawa arus banjir.

Sudirman menambahkan, bantuan yang telah tersalurkan memang tidak seberapa. Namun ia berharap dapat meringankan beban masyarakat.

“Bantuan ini merupakan bentuk solidaritas PGRI, agar siswa tetap sekolah,” tandasnya.

*Kahaba-04

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *