Dibuang Sayang, Toko Terendam Banjir Obral Pakaian

Kota Bima, Kahaba.- Sejumlah Toko di Pasar Raya Kota Bima terendam banjir bandang yang menerjang beberapa pekan lalu. Pakaian yang tersimpan dan tergantung rapi tak bisa diselamatkan. Produk jualan itu dipenuhi lumpur sisa banjir.

Toko obral pakaian pasca banjir. Foto: Bin

Kondisi pakaian pun tak baru lagi. Dari pada dibuang, sejumlah pemilik toko memilih untuk mencuci bersih dan menjual kembali. Tapi harganya terpaut jauh dari harga baru. Pakaian di obral dengan harga yang terbilang murah.

Pemilik Toko Matahari, Iskandar mengaku saat banjir semua pakaian dibagian bawah dan didalam etalase terendam banjir. Sementara pakaian yang digantung juga beberapa diantaranya terdampak banjir.

“Di tokonya saya air tinggi satu meter setengah. Yang lebih parah pada banjir kedua hari Jumat. Semua pakaian tidak ada yang bisa diselamatkan,” katanya, Kamis (12/1) disela-sela melayani pembeli.

Jika bicara rugi kata Iskandar, ia merugi hingga ratusan juta rupiah. Sebab, pakaian yang baru dibelanaj untuk persiapan natal dan tahun baru juga habis terencam banjir.

Iskandar pemilik Toko Matahari saat obral pakaian. Foto: Bin

Kini, ia pun terpaksa mengobral semua pakaiannya. Seperti celana, dari harga Rp 200 ribu lebih dijual dengan harga Rp 100 ribu. Demikian juga baju, dari harga Rp 180 ribu, dijual dengan harga Rp 50 – Rp 80 ribu.

“Pas pertama buka obral banyak yang laku. Karena saya yang mengawali obral pakaian. Tapi sekarang sudah banyak yang buka obral,” katanya dengan senyum.

Iskandar menyayangkan jika dagangannya itu harus dibuang. Salah satu cara, ia menyewa tukang cuci dan menjual dengan harga murah.

“Berapa – berapa yang laku lumayan lah,” tuturnya.

Hal yang sama juga disampaikan oleh Amir, pemilik Toko Karisma. Banjir lalu merendam dagangannya. Terpaksa, dengan model produk yang sudah terlihat usang dijual dengan harga murah.

“Mau bagaimana lagi, dari pada dibuang, sayang. Lebih baik dijual dengan harga murah,” tambahnya.

*Kahaba-01

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *