Incar Pencuri, Ratusan Warga Kepung Rumah

Kota Bima, Kahaba.- Ratusan orang mengepung salah satu rumah di bilangan pertokoan Raba pada Kamis (13/9) sore setelah mengetahui seorang yang diduga pencuri bersembunyi di dalamnya. Hal ini sontak menjadi pusat perhatian banyak pengguna jalan, namun setelah beberapa jam ditunggu sang buruan tak kunjung bisa ditemukan.

kriminal (ilustrasi)

Keberadaan lelaki yang diduga berniat mencuri itu diketahui  sejak magrib. Menurut Angga, salah satu warga yang ikut mengepung, awalnya pemilik rumah di belakang teras BRI Raba membuka pintu rumahnya dan melihat sosok orang asing di dapurnya. Melihat pemilik rumah datang, orang yang diduga sebagai pencuri langsung melarikan diri menuju rumah toko di sampingnya. “Gara-gara melihat ada orang yang tak dikenal  ada di dapur, yang punya rumah teriak. Kami pun berjaga di beberapa titik sekitar rumah untuk mencegah si maling kabur,” ujarnya.

Konsentrasi massa hingga pukul 19.30 Wita semakin banyak, ditambah sejumlah pengguna jalan yang berhenti untuk ikut melakukan pengepungan, sebagian lainnya terlihat menonton menantikan sang buruan keluar rumah. Ratusan massa itu hanya bisa berkerumun di sekitar rumah karena tidak mendapatkan ijin dari pemilik rumah untuk ikut masuk dan mencari di dalam rumah.

Polisi yang menurunkan sejumlah personilnya langsung melakukan upaya penangkapan seraya menenangkan warga agar tidak main hakim sendiri dan menyerahkan masalah ini pada yang berwenang. Namun, hingga berita ini diturunkan, belum ada tanda-tanda orang yang dicari tersebut tertangkap.

Sebagian warga mulai membubarkan diri pada pukul 10 malam, dan sebagian lagi terlihat masih sabar menunggu polisi di dalam rumah mengeluarkan pelaku yang diyakini masih bersembunyi di loteng itu. Beberapa orang warga menduga, pada salah satu kamar pelaku sudah diamankan polisi namun tidak berani dievakuasi keluar rumah atas alasan keamanan.  [BQ]

 

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *