Rukayah, Nenek Miskin Terdampak Banjir ini Terima Bantuan BSMI

Kota Bima, Kahaba.- Kondisi gubuk milik Rukayah pasca banjir bandang Kota Bima memang memperihatinkan. Nenek 70 tahun asli Kelurahan Sadia ini hidup sebatangkara. Digubuknya di RT 09 RW 03 Kelurahan Lewirato, Rukayah menghabiskan masa tuanya.

BSMI Kota Bima saat menyerahkan bantuan untuk Rukayah

Saat didatangi Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI) Kota Bima, Jumat (13/1) pagi. Rukayah sedang membersihkan sisa – sisa banjir yang memenuhi halaman kebunnya. Gubuk reot Rukayah sudah tampak miring. Sisa banjir juga masih terlihat menempel di dinding yang berukuran kecil

Melihat kedatangan BSMI, nenek malang itu berlari kecil. Sembari memperbaiki rambut ubannya yang berantakan. Rukayah melempar senyum dan menyambutnya dengan penuh bahagia. Tak berselang lama, beberapa tetangga pun ikut menghampiri anggota BSMI yang hadir membawa sejumlah bantuan untuk keperluan Rukayah.

Kondisi nenek itu menjadi viral di media sosial setelah ramai diberitakan media, tentang keadannya pasca banjir. Yang lebih membuat iba, ternyata Rukayah luput dari perhatian dan sentuhan bantuan. Padahal dirinya terbilang warga yang parah terdampak banjir.

“Dua kali banjir, gubuk saya terendam setinggi satu setengah meter. Saya dibawa tetangga untuk mengungsi disekitar rumah warga yang berlantai dua,” tuturnya.

Akibat banjir, ia mengaku seisi gubuknya tak ada yang selamat. Semua sudah hanyut dibawa banjir. Namun ia tetap bersyukur, karena tempat tinggalnya di pinggir sungai itu masih berdiri. Meski sudah dalam keadaan miring.

Rukayah mengaku, dirinya memilih untuk menetap di kebun karena peninggalan orang tuanya. Sementara 4 orang buah hatinya, sudah berkeluarga dan menetap di Kelurahan Santi.

“Bukannya tidak mau tinggal bersama anak, tapi saya harus menjaga kebun ini. Anak – anak juga tetap datang melihat kondisi saya,” katanya.

Kondisi Rukayah memang memantik iba. Apalagi nenek itu hidup sendiri, menghabiskan sisa umurnya yang sudah renta.

Pada kesempatan itu, Ketua BSMI Kota Bima Muhammad Akbar menyampaikan rasa prihatin atas musibah banjir yang juga menerpa Rukayah. Ia meminta Nenek itu tetap bersabar dan lapang dada menerima ujian dari Sang Pencipta.

Sebagai bentuk kepedulian, Akbar menyerahkan sejumlah bantuan untuk Rukayah. Seperti Selimut, Bantal, Kasur Lantai, Perkakas Dapur, Ember dan Keranjang. Ia berharap semoga bantuan tersebut, terutama perangkat tidur, bisa membuat Rukayah bisa istirahat, tidur yang cukup dan melanjutkan hidup.

“Semoga bantuan ini bermanfaat. Tetap sabar dan ikhlas menerima cobaan ini,” tutur akbar kemudian menyalaminya.

*Kahaba-01

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *