Blokir Jalan Dibuka, Ini Tuntutan Warga Dadibou

Kabupaten Bima, Kahaba.- Setelah melakukan negosiasi antara Kapolres Bima, Kepala Desa Dadibou dan sejumlah tokoh masyarakat setempat, blokir jalan negara di Desa Dadibou akhirnya dibuka. (Baca. Bentrok Lagi, Warga Tertembak, Jalan Diblokir)

Warga dan Polisi saat membuka blokir jalan. Foto: Deno

Kepala Desa Dadibou Yakub mengatakan, adapun sejumlah tuntutan warga yakni meminta polisi untuk segera menangkap pelaku yang membakar motor warga Desa Dadibou dan mengganti kerugian tersebut.

“Kami juga meminta kepada Polisi untuk segera mengamankan mobil yang melakukan mobilisasi untuk menyerang warga Dadibou,” pintanya.

Selain itu, sambung Yakub, warga juga meminta agar oknum polisi yang menembak warga Dadibou, Erwin (21), segera diproses hukum.

“Jika tuntutan ini bisa dipenuhi polisi, kami pastikan tidak akan ada bentrok susulan,” tegas yakub.

Sementara itu, Kapolres Bima AKBP. Eka Faturahman berjanji akan melakukan upaya hukum dan segera menangkap pelaku yang diduga provokator.

“Biar nanti hukum yang akan memprosesnya. Termasuk soal penembakan warga ini,” ujar Eka.

Pantauan Kahaba, akses transportasi di jalur tersebut sudah mulai lancar. Sejumlah kendaraan yang sejak tadi sore di parkir karena jalan diblokir sudah mulai berjalan. Nampak juga sejumlah Polisi mengatur lalu lintas di jalur tersebut.

*Kahaba-05

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

1 komentar

  1. Ady

    Ada yg salah dengan pola pikir masyarakat ini. Ditambah lg ketiadaan peran tokoh agama, tokoh masyrakat, tokoh pemuda yg mnjadi panutan. Ditmbh lg mental provokasi dan gmpang tersulut emosi.
    Negara hrs hadir, tidak boleh kalah pd tipe masyrakat spt ini. Hukum hrs ditegakan pd siapapun.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *