Pimpin Dinas PMDes, Ini Fokus Kerja Awal Sirajudin

Kabupaten Bima, Kahaba.- Andi Sirajudin, kini dipercayakan oleh Bupati Bima memimpin SKPD baru yakni Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMDes) Kabupaten Bima pada mutasi dan rotasi yang digelar pekan lalu.

Kepala Dinas PMDes Andi Sirajudin (Kiri) bersama jajarannya di kantor setempat. Foto: Ady

Mantan Kepala Dinas Dukcapil ini menggantikan Abdul Wahab Usman yang kini menjabat Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Kabupaten Bima. Di masa awalnya memimpin SKDP yang sebelumnya bernama BPMDes ini, Sirajudin memfokuskan beberapa agenda kerja penting.

Diantaranya, ingin menyelesaikan seleksi perangkat desa baik Sekretaris Desa maupun Kaur Desa disejumlah desa yang belum melaksanakan. Untuk mendukung agenda tersebut, dalam waktu dekat akan segera membentuk panitia dan membuat soal tes.

Dalam pembuatan soal nanti kata Sirajudin, Ia berkeinginan untuk menggandeng perguruan tinggi kalau memang diperbolehkan aturan. Hal ini untuk menghindari munculnya kecurigaan masyarakat terhadap isu kebocoran soal maupun keberpihakan panitia terhadap calon.

“Karena kemarin, ada banyak keluhan bahwa seolah-olah ada yang membocorkan soal kepada salah satu calon. Makanya kami ingin meminimalisir dengan menggandeng perguruan tinggi. Mudah-mudahan aturan membolehkan,” kata dia, Senin (16/1) di ruang kerjanya.

Melalui pola seperti itu diyakininya, siapa pun nanti yang terpilih maka itulah calon terbaik. Adapun sebelumnya unsur kepanitiaan terdiri dari Sekda, Asisten I, Kabag Tatapem dan Kabag Hukum bersama Dinas PMDes. Diketuai oleh Sekda dan Sekretarisnya dari Dinas PMDes.

“Terkait rencana ini, kami akan segera laporkan ini kepada Sekda untuk meminta petunjuk dan arahan,” ujar Sirajudin.

Kemudian, untuk pemerintah desa yang sudah melaksanakan tahapan seleksi Sekdes dan Kaur, kemungkinan nanti pihaknya akan melaksanakan seleksi ulang. Mengingat saat ini arsip dan dokumen penting di dinas setempat sudah hancur akibat banjir bandang.

“Karena itu apabila nanti disepakati dilakukan proses ulang tesnya, kita akan lalukan. Mudah-mudahan tidak ada masalah,” harapnya.

Fokus kerja kedua sambungnya, dalam waktu dekat akan memanggil semua Kepala Desa. Selain untuk mengenalkan diri sebagai Kepala Dinas PMDes yang baru, pihaknya juga akan memberikan pemahaman kepada Kepala Desa bagaimana cara mempertanggungjawabkan ADD dengan baik.

Sebab belum lama ini, Gubernur NTB menyebutkan bahwa Kabupaten Bima merupakan daerah paling rendah serapan dana desanya di NTB. Pada Bulan Desember saja, posisi serapan ADD baru 52 persen. Karena itu tugas dan tanggungjawab Dinas PMDes mendorong Kepala Desa agar memahami tugas dan tanggungjawabnya.

“Jangan Kepala Desa hanya menuntut hak, tapi tugas dan tanggungjawab mereka juga harus paham,” ujarnya.

Ia mencontohkan, kalau sudah membelanjakan uang Rp10 ribu, maka semuanya harus bisa dipertanggungjawabkan. Namun selama ini dirinya melihat, uang Rp10 ribu dibelanjakan, tetapi hanya bisa dipertanggungjawabkan Rp8 ribu. Sementara Rp2 ribunya tidak bisa dipertanggungjawabkan.

“Sekarang ini kan manajemen kita mungkin masih amburadul, tugas dan tanggungjawab saya untuk mengarahkan serta memahamkan bahwa sekecil apapun uang negara itu harus mereka pertanggungjawabkan,: tandasnya.

*Kahaba-03  

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *