Pegawai FIF Bima Dinilai Arogan

Kota Bima, Kahaba.- Sikap oknum pegawai kantor Federal International Finance (FIF) Group Saiful dikeluhkan konsumen, Sri Yulianti. Lantaran melaporkan dirinya secara sepihak kepada Polres Bima Kota, terkait dugaan tindak pidana penipuan dan penggelapan.

Kantor PT FIF Cabang Bima. Foto: Bin

Kepada Kahaba Net, Sri menilai kasus yang menjeratnya berdasarkan laporan FIF bukan kasus yang luar biasa. Sebab, ia pernah berusaha menyelesaikan tunggakan pembayaran Jaminan BPKP. Namun niat baik itu tidak ditanggapi, justeru dilaporkan ke penyidik Polres Bima Kota.

“Saya rasa, cara seperti ini cara yang arogan dan mendiskriminasi konsumen,” sorotnya,

Perempuan asal  Lingkungan Karara Kelurahan Monggonao itu bercerita, saat itu ia pernah berusaha membayar kepada salah satu penagih FIF Group, Jumat (13/1). Namun, penagih justeru menolak tagihan yang hendak diberikan tersebut.

“Penagih usai bertemu saya, langsung berbalik badan meninggalkan lokasi pertemuan untuk transaksi tagihan,” kisahnya.

Sambung Sri, tiba masa ia mendapatkan informasi telah dilaporkan oleh pihak FIF Group ke Kepolisian. Padahal upaya untuk membayar tagihan sudah dilakukan, bahkan hampir mau dilunasi.

“Saya heran saja, ko’ hal ini sampai diarahkan ke ranah hukum,” katanya.

Meski demikian, ia akan siap menghadapi upaya hukum yang diambil oleh pihak FIF. Pun, Sri akan memberikan keterangan sesuai dengan kenyataan yang pernah dan sudah dilakukannya.

“Saya siap saja, jika di panggil untuk dimintai keterangan oleh penyidik,” pungkasnya.

Kepala Kantor Cabang FIF Group Bima yang coba dimintai klarifikasi, hingga berita ini dinaikkan belum berhasil ditemui.

“Maaf bapak kepala cabang tidak bisa bertemu. Beliau mengarahkan anda (wartawan, red) untuk menghubungi bapak Saiful saja, biar nanti nanti bapak kepala yang akan bertemu dengan bapak Saiful,” kata security setempat.

Secara terpisah, Recovery Proces Coordintaor (RPC) FIF Group, Saiful yang dikonfirmasi di kantornya tidak berhasil ditemui. Lantas, dihubungi melalui telepon seluler, tidak pula diangkat. Saat dikonfirmasi melalui pesan singkat, Saiful membalas dengan kalimat dengan bahasa Jawa.

“Nyen ne ah, ake sing nawang nyen to. Badah, ne mare ye tukang bobad adane” demikian tulisa Saiful via sms.

*Kahaba-04

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *