Di Jatiwangi, Warga tak Terdata Malah Dapat Uang CFW

Kota Bima, Kahaba.- Protes warga Kelurahan Jatiwangi soal uang Cash For Work sebesar Rp 500 ribu juga mengungkapkan soal warga yang tidak terdata justru mendapatkan bantuan.

Warga Jatiwangi saat mendatangi kantor Lurah. Foto: Deno

Salah satunya yakni guru SDLB yang tidak di data oleh pihak RT dan RW untuk mendapatkan bantuan banjir, malah dapat bantuan. Padahal guru dimaksud tidak berada pada RT setempat.

Menjawab sorotan warga, Ketua RT 28 Kelurahan Jatiwangi Sukarman menyampaikan, rumah yang didata dan ajukan sebanyak 40 rumah. Namun yang terealisasi hanya 39 warga. Tapi yang dapat bantuan hanya 25 orang, sisanya 14 orang terdapat nama lain yang juga menerima manfaat.

“Saya tidak mendata para guru yang yang berada di SDLB itu. Saya juga tidak tau kalau ada nama guru SDLB yang dapat bantuan,” herannya saat menjelaskan proses pendataan di aula Kelurahan Jatiwangi, Jum’at (20/01).

Camat Asakota Fahmi meminta kepada pihak RT dan RW untuk meminta kembali uang yang telah diberikan pada warga yang tidak memiliki nama dan mengembalikan pada warga yang memiliki nama yang sesuai dengan data awal yang telah diajukan ke kelurahan.

“Kalau ada temuan dalam hal ini kami akan memprosesnya dengan baik, dan tidak menutup kemungkinan akan diselesaikan secara hukum, karena ini menyangkut hak orang lain,” tegasnya.

*Kahaba-05

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *