4 Hari Pergi, Pemuda Kodo Dilaporkan Hilang

Kota Bima, Kahaba.- Jufri Ismail (30) warga Kelurahan Kedo RT 12 RW 04 dilaporkan hilang oleh keluarga di Polsek Rasanae Timur dan pemerintah Kelurahan Kedo, Sabtu (21/1). Lelaki yang memiliki riwayat kerterbelakangan mental diketahui hilang setelah minta bermain diluar rumah, tiga hari lalu.

Jufri warga Kedo Kelurahan Kodo yang dilaporkan hilang. Foto: Istimewa

Keluarga korban, Nazamudin mengaku, Jufri selama ini tinggal bersama kedua orangtuanya Ismail (52) dan Halimah (50). Terakhir terlihat pamit ingin main dihalaman rumah, sekitar pukul 10.00 pagi Wita, Jumat (21/1) lalu. Namun hingga menjelang sore, anak ke dua dari tiga bersaudara tidak pernah kunjung kembali.

“Keluarga sudah mencari setiap rumah warga setempat, namun tidak ditemukan. Kemudian sepakat untuk melapor kepemerintah kelurahan dan pihak berwajib,” ujarnya, Selasa (24/1).

Menurut pria yang juga anggota DPRD Kota Bima itu, pihak keluarga terus mencari setiap kelurahan terdekat. Karena masih dimungkinkan Jufri mampir dan menetap disalah satu rumah warga, atau bangunan yang tidak terpakai.

Selain itu, pihaknya juga sudah komunikasi dengan keluarga yang tinggal di kelurahan lain, hingga aparat kepolisian. Untuk terus menanyakan hasil perkembangan terbaru, untuk membantu memberikan informasi sementara.

“Minta tolong kepada masyarakat yang melihat korban, untuk segera menghubungi kami di 081353694449 dan 085253854470. Bantuan informasi yang diberikan sungguh sangat berarti bagi kelurga kami,” katanya.

Sementara itu Lurah Kodo Kar’an membenarkan salah satu warganya dilaporkan telah menghilang empat hari lalu. Pihaknya juga membantu mencari bersama keluarga korban, meskipun untuk sementara belum berhasil.

“Kami akan terus berupaya maksimal, mencari dan menemukan korban. Agar bisa kembali berkumpul kembali, dengan keluarganya,” tambahnya.

*Kahaba-04 

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *