Sampah di Dua Lokasi Ini Bikin Mual

Kota Bima, Kahaba.- Sudah sebulan pasca banjir bandang, kondisi sampah di dua lokasi yakni di Kawasan Ule dan Sonco Tengge Kota Bima belum juga ditangani oleh Pemerintah Kota Bima.

Kondisi jalan di jalur Ule dipenuhi sampah. Foto: Ady

Tumpukan sampah bahkan kian menggunung dan makin panjang disisi jalan ke dua lokasi. Para pengendara yang melintas pun dibuat mual dan ingin muntah, akibat bau busuk sampah sisa banjir ini.

Salah seorang pengendara, Agus mengaku, setiap kali melewati dua lokasi ini tak tahan dengan bau busuk aneka sampah yang telah menjadi satu. Tak jarang, Ia harus memutar arah dan memilih jalur lain bila ingin menuju ke Amahami.

“Sementara di Kawasan Ule karena tidak ada pilihan jalan lain, terpaksa harus lewat disitu dengan selalu membawa masker untuk menutup hidung dari bau busuk,” ujarnya.

Menurutnya, saat ini sampah sisa banjir menjadi persoalan serius yang harus ditangani Pemerintah Kota Bima. Sebab sampah tak diurus akan memicu potensi berbagai penyakit yang akan mengancam kesehatan masyarakat.

Sampah menggunung di Sonco Tengge. Foto: Ady

“Apalagi ini sudah lewat sebulan dan dibuang di jalur padat kendaraan. Ditambah lagi kondisi sampah makin membusuk sangat tidak nyaman sekali,” kata Agus.

Keluhan serupa disampaikan Muslimin, pengendara lainnya. Ia mengaku, sudah dua seminggu terakhir tidak melewati Jalan Sonco Tengge karena tak tahan dengan bau busuk sampah.

“Selain merusak pemandangan, kami sebagai pengendara sangat tidak nyaman dengan tumpukan sampah di Sonco Tengge,” ujar dia.

Muslimin berharap, Pemerintah Kota Bima melalui dinas terkait segera memikirkan penanganan sampah di Sonco Tengge dan Kawasan Ule. Jangan sampai terus dibiarkan karena akan membayahakan kesehatan masyarakat.

*Kahaba-03   

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *